5 Tahun Perjalanan Tanpa Arah

Bimcmedia.com, Meulaboh – Sebelumnya, perkenalkan nama lengkap penulis adalah Muhammad Sulthan Alfaraby. Penulis awalnya berperawakan cupu serta kurang percaya diri atau bisa dikatakan sebagai pemalu berat. Hobi penulis sangatlah banyak; Membaca buku sejarah, menggambar, membuat dan bermain musik, mengedit video dan beberapa hal yang berbau kreatifitas lainnya.

Perjalanan Tanpa Arah
Keterangan: Sulthan Alfaraby, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pemuda Cinta Aceh, Mahasiswa dan Pegiat Sosial / Foto: Istimewa

Penulis lahir di pantai ujung barat Aceh, yaitu Kota Meulaboh Kecamatan Johan Kabupaten Aceh Barat dan tumbuh besar di Desa Paya Lumpat Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat. Penulis juga merupakan sosok yang menyukai corak pada bendera “Bintang Bulan” Aceh, yaitu garis merah putih dan hitam.

Maka tak heran, jika konten-konten maupun desain grafis yang penulis buat, lebih mengarah kepada corak bendera “Bintang Bulan” Aceh tersebut. Penulis juga berpesan, semoga dengan diperingatinya 15 Tahun Perdamaian Aceh dan Republik Indonesia tahun 2020 ini, bisa menghasilkan nuansa sejuk untuk Aceh ke depannya. Kita selaku pemuda, juga mendukung penuh langkah-langkah kongrit dari hasil perdamaian ini, demi masa depan Aceh yang lebih baik ke depannya. Panjang umur hal-hal baik!

Mari kita kembali berbicara soal “5 Tahun Perjalanan Tanpa Arah”, sebenarnya hal itu menilik dari kejadian penulis beberapa tahun lalu. Yang di mana, penulis memulai langkah awal untuk berkarya dan berjuang tanpa memikirkan arah sebelumnya atau bisa disebut sebagai “Keberuntungan”, karena kejadian-kejadian dalam kisah penulis ini merupakan hal yang jauh dari dugaan sebelumnya.

Kisah penulis dimulai dari pagi hari yang cerah di akhir bulan Desember 2012. Hal yang cukup mengejutkan terjadi, yaitu isu “Hari Kiamat” yang sudah lama digaung-gaungkan sejak jauh-jauh hari sebelumnya menjadi perbincangan hangat netizen di dunia maya. Bagaimana tidak, isu tersebut sudah sangat lama merebak luas dan menggegerkan dunia karena “Hari Kiamat” dikabarkan akan terjadi pada akhir bulan Desember tahun 2012.

Faktanya pada hari itu, keadaan normal-normal saja dan penulis sempatkan untuk bernostalgia menonton beberapa film yang menggambarkan keadaan “Hari Kiamat” yang diklaim akan terjadi pada tahun 2012. Namun, meskipun begitu penulis tetap merasa takut dan sisi positifnya juga tentu kita menjadi sadar akan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan untuk segera meminta ampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pada tahun 2012 juga, merupakan tahun paling bersejarah di dalam kehidupan penulis. Yang di mana pada masa itu, penulis juga masih bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) atau setingkat dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penulis pada masa itu mulai mencoba untuk terjun langsung ke dalam dunia musik yang bergenre “Hip Hop”, karena dorongan maupun terinspirasi dari orang-orang lain yang sudah dahulu terjun untuk segera ikut berkiprah dan berkarya.

Ya, pembaca pasti mengetahui bagaimana rasanya ingin menjadi “Orang terkenal” atau mengikuti gaya sang tokoh panutan dalam dunia entertainment. Penulis sebelumnya juga banyak mendengarkan lagu-lagu Hip Hop dari berbagai musisi luar negeri maupun dalam negeri untuk menjadikan mereka sebagai referensi dalam berkarya. Hal yang paling penulis sukai adalah mendengarkan musik Hip Hop yang digaungkan oleh Rapper (Sebutan untuk musisi Hip Hop) di Aceh, Hip Hop Nad Syndicate adalah salah satunya dan paling terkenal pada masa itu.

Alasan penulis menyukai para Rapper di Aceh adalah karena nuansa musik mereka lebih menggambarkan “Keacehan” dan “Kedaerahan” dibandingkan Rapper lainnya. Meskipun tanpa sepengetahuan penulis, padahal banyak juga Rapper lainnya yang berada di luar Aceh juga menggaungkan musik dengan nuansa “Kedaerahan” mereka, misalnya Jogja Hip Hop Foundation, namun penulis tidak mengetahui akan hal tersebut pada masa itu.

Nah, kembali lagi soal keinginan dan ambisi penulis untuk mulai berkarya di tahun 2012, meskipun dengan tampang cupu dan pemalu. Dengan bermodalkan menonton video di Youtube, penulis mulai mencari ilmu secara otodidak dan mendownload beberapa software penunjang untuk menciptakan musik Hip Hop yang akan digunakan ketika hendak dinyanyikan atau yang lebih dikenal dengan “Ngerap”.

Seminggu penulis mencoba untuk mencari referensi di Youtube dan juga bermodalkan komputer di Warung Internet (Warnet), yang di mana pada saat itu penulis belum mempunyai perangkat yang signifikan dan terpaksa harus menggunakan jasa Warnet. Meskipun bermodalkan seadanya dan juga beberapa kali bolos sekolah akibat ambisi untuk berkarya (Jangan ditiru), penulis akhirnya berhasil membuat sebuah instrumen musik Hip Hop sederhana meskipun sedikit meniru dan memodifikasi dari instrumen musik orang lain.

Penulis mulai merekam suara melalui Handphone (HP) di rumah dan kemudian kembali ke Warnet untuk mengedit menjadi musik Hip Hop. Setelah selesai mengedit musik dan jadilah lagu yang tak berjudul serta bertema cinta serta dengan format “MP3”, penulis segera mengupload karya tersebut ke situs internet yang paling eksis pada saat itu, yaitu Reverbnation.

Alhasil, penulis yang hobi bermain Facebook (FB) ini juga menyebarkan secara membabi buta hasil karya tersebut ke publik. Namun, apalah daya penulis ketika melihat respon daripada netizen yang menghujat penulis dan mengatakan bahwa lagu tersebut sangatlah buruk. Penulis menjadi sedikit terpuruk dan mencoba untuk belajar lebih keras lagi, sampai-sampai kegiatan sekolah menjadi terbengkalai. Di dunia maya, penulis juga semakin berinisiatif belajar dari musik-musik orang lain yang sudah populer dan membandingkan karya mereka dengan karya penulis.

Ternyata, perbandingan karya penulis dengan mereka ibarat langit dan bumi, hahaha. Namun, sisi positifnya adalah penulis pada saat itu tetap pantang menyerah dan terus semangat untuk berkarya. Usai beribadah, penulis selalu berdoa dan berharap agar penulis bisa menjadi musisi Hip Hop paling terkenal di Aceh. Lucu juga kalau diingat-ingat. Namun, hal tersebut merupakan motivasi kuat bagi penulis untuk bisa terus belajar tanpa mengenal kata menyerah.

Menjadi Introvert….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: