6 Tahun Jadi Presiden RI, Jokowi Pidato Pertama Kali Secara Online di Sidang PBB dalam Bahasa Indonesia

bimcmedia.com, Nasional – Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) adalah ajang di mana tiap pemimpin negara unjuk gigi dalam memamerkan negara masing-masing. Presiden Indonesia tak luput memberikan pidato di atas podium yang sangat diabnggakan tersebut.

Jokowi tampil virtual dalam Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) / Foto: Istimewa

Joko Widodo (Jokowi) telah lama dinanti untuk hadir di ajang panggung SMU setelah 6 tahun masa jabatan. Dalam SMU ke-75 yang digelar secara virtual pada Rabu (23/09/2020), Jokowi menyampaikan kondisi terkini Indonesia.

Pertama sekali, Jokowi memberikan pandangan agar semua negara mendapat akses yang setara dalam menangani Virus Corona Covid-19. Vaksin virus tersebut menjadi ‘game changer’ ditengah pandemi yang makin menjadi-jadi terutama di Indonesia yang dikenal dengan penangangan paling parah dari pemimpin sampai ke bawah.

Baca Juga:

Polisi Tetapkan Warga Aceh Barat Sebagai Tersangka Protes BLT, Ini Pembelaan GeRAK 

Dalam pidato virtual tersebut, Jokowi berujar, “Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau,”

“No country should be left behind,” tambah Jokowi dalam bahasa Inggris yang tidak begitu lancar.

Jokowi tampil virtual dalam Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) / Foto: Istimewa

Jokowi melanjutkan pandangannya dalam bahasa Indonesia, “Di saat seharusnya kita semua bersatu padu, bekerja sama melawan pandemi, yang justru kita lihat adalah masih terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin menajam. Kita seharusnya bersatu padu, selalu menggunakan pendekatan win-win pada hubungan antarnegara yang saling menguntungkan,”

Jokowi dikenal sebagai Presiden Indonesia yang belum berani naik ke atas panggung SMU. Namun, tahun ini secara virtual Jokowi menyampaikan pidatonya meskipun masih dalam bahasa Indonesia.

Baca Juga:

Masih Belum Lolos Kartu Prakerja? Segera Kirim Surat Keberatan ke Pemerintah dengan Format Ini

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, memberikan pendapat soal ‘kehadiran’ Jokowi di SMU secara virtual pada Selasa (22/09/2020).

Sebelumnya, kepastian mengenai kehadiran Presiden Jokowi dalam Sidang Majelis Umum PBB itu disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. “Memberikan pidato dari tapping. Kan sekarang kondisi Covid. Presiden RI mendapat urutan hari pertama, sesi sore waktu New York (urutan ke-19), diperkirakan sekitar jam 20:30 malam waktu New York atau 07.30 WIB tanggal 23 September 2020,”

Pidato yang disampaikan Jokowi merupakan rekaman video yang disiarkan kembali saat sidang berlangsung. SMU tahun 2020 memang dilaksanakan secara virtal karena dunia masih pandemi Covid-19.

Baca Juga:

Masyarakat Kategori Mampu, Boleh Isolasi Mandiri

Jokowi memang banyak mendapat kritikan mengenai rapat umum PBB tersebut. Sejak memimpin dari 2014-2019, Jokowi selalu mengutus Jusuf Kalla untuk menghadiri SMU di PBB. Tahun ini, karena SMU secara virtual atau karena alasan lain, Jokowi tidak mengutus Wakil Presiden, Ma’aruf Amin untuk berpidato di dengan delegasi negara lain.

Penulis: Ubaidillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: