Aceh Barat Masih Tersisa Sekitar 500 Rumah Kumuh, butuh satu periode bupati lagi

500 Rumah Kumuh
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Aceh Barat Bukhari / bimcmedia.com

Bimcmedia.com, Meulaboh : Hingga tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Aceh Barat belum mampu menyelesaikan rehabilitasi rumah warga yang tidak layak huni alias kumuh, usai dikerjakan tahun ini masih tersisa sekitar 500 Rumah Kumuh lagi, butuh waktu satu periode Bupati lagi ke depan

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Aceh Barat Bukhari kepada bimcmedia.com dalam wawancara khusus diruang kerjanya Jum'at (18/6/2021)

Menurutnya, kampung kumuh atau rumah Kumuh yang ada di bumi Teuku Umar terus di rehabilitasi, seperti tahun 2020 lalu dituntaskan dalam kecamatan Arongan Lambalek, sementara tahun ini 2021 PERKIM akan memperbaiki rumah tidak layak huni di kecamatan Johan pahlawan yang terdiri dari beberapa Gampong

" Tahun ini kita fokus rehabilitasi rumah Kumuh di kecamatan johan pahlawan yakni Gampong panggong,. Drien rampak , rundeng , Blang Beurandang dan kampung belakang dengan total rumah 303 unit rumah tak layak huni" jelasnya

Tahun 2021 Dinas PERKIM Aceh Barat dapat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk memperbaiki 303 unit rumah dengan sistem swakelola, dimana ongkos kerja sebesar Rp.2,5 juta, pemerintah bekerjasama dengan Bank Aceh dan Toko bangunan, sementara Masyarakat terima barang saja sesuai kebutuhan, kata Bukhari.

BACA JUGA : 

Rumah yang direhab punya Masyarakat, bukan rumah sewa, punya tanah, dinding telah lapuk, atap sudah bocor, lantai semen sudah pecah, maka itu sasaran utama untuk diperbaiki, dengan anggaran Rp.20 juta rupiah per unit, dikerjakan langsung oleh pemilik rumah

"Hingga tahun 2021 rumah kumuh yang masih tersisa di Aceh Barat lebih kurang sekitar 500 unit lagi dari 321 Gampong, diperkirakan tak selesai dikerjakan periode ini, butuh lima tahun lagi kedepannya" ungkap Bukhari

Untuk tahun 2022 pihaknya juga telah mengusulkan perbaikan rumah di kecamatan yang Gampong tergolong padat penduduk seperti Arongan Lambalek, sungai mas, kecamatan Panton rhe, Bubon, Samatiga dan Pante cereumen , dengan harapan Masyarakat aman dan nyaman menempati kembali.ujar Kadis

Pemerintah terus bekerja memperbaiki rumah kumuh walau dipastikan periode ini tidak selesai, selain itu pihaknya juga mengajak perusahaan yang beroperasi di bumi Teuku Umar untuk ikut memperbaiki rumah kumuh, namun setelah duduk bersama beberapa waktu lalu di Badan Perencanaan Pembanguan (BAPPEDA) hingga kini belum ada jawaban

" Semua perusahaan di Aceh Barat termaduk Perbankan telah duduk bersama di BAPPEDA membahas rencana perbaikan rumah kumuh dengan dana CSR, Namun hingga saat ini belum ada perusahaan yang menyatakan kesediaannya" tegas Bukhari kepada pewarta saat ditanya apa tidak ada donatur lain yang mau membantu perbaiki rumah tak layak huni.

( FL)

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!