Akibat Gangguan Listrik dan Internet, Sejumlah Peserta SBMPTN Gagal Mengikuti Ujian UTBK

Akibat Gangguan Listrik dan Internet, Sejumlah Peserta SBMPTN Gagal Mengikuti Ujian UTBK
Peserta UTBK Sedang Melakukan Pemeriksaan Tes Covid-19/ Sumber foto : Dokumen Universitas Malikussaleh

bimcmedia.com, Lhokseumawe ; Pada hari pertama Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sejumlah peserta gagal mengikuti proses ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Kampus Universitas Malikussaleh (Unimal), Senin (12/04/2021).

Adapun faktor keterlambatan menjadi salah satu penyebab gagalnya para peserta ujian UTBK tersebut. Sehingga mereka tak memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian susulan dan akan langsung dinyatakan gugur.

Bimcmedia.com di kutip dari serambinews.com, Rabu (14/04/2021), Pihak Unimal di ketahui sudah menyiapkan 14 ruangan di dua kampus untuk pelaksanaan UTBK bagi peserta SBMPTN.

Ruangan yang disiapkan tersebut yakni berada di Kampus Bukit Indah Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe, dan telah tehubung personal computer (PC) dan tersambung dengan jaringan internet.

Kemudian satu lagi gedung Kampus di Uteunkot Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe.

Total peserta tahun ini yang memilih Unimal melalui jalur SBMPTN hingga saat mencapai 3.264 orang.

“Pada hari pertama, dari dua sesi dan 14 ruang ujian, ada 41 peserta yang bisa disebut gagal ujian,” Hal ini disampaikan oleh Koordinator Pelaksana (Korpel) UTBK, Teuku Kemal Fasya MHum Selasa (13/04/2021).

Tentunya bagi setiap peserta yang gagal mengikuti ujian UTBK akan mendapatkan Konsekuensinya, yaitu peserta yang tidak ikut serta dalam tahapan ujian di anggap tidak, kata Kemal Fasya.

Baca Juga : 

“Kebanyakan peserta yang tidak lulus disebabkan tidak hadir atau terlalu terlambat hadir, sehingga tidak bisa ditoleransi untuk masuk,” tutur Teuku Kemal yang merupakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Kehumasan dan Hubungan Eksternal, selasa (13/04/2021).

Karena, jika yang terlambat diizinkan masuk untuk mengikuti ujian, akan menghambat proses keseluruhan ujian yang sedang berlangsung, termasuk mengganggu sesi lanjutan. “Kalau keterlambatan 15 menit masih dapat ditolerir, karena belum dimulainya simulasi. Tapi, kalau sudah terlambat 30 menit, tak mungkin lagi,” tegas Kemal.

Kemal menyampaikan pengaturan mengenai waktu ujian dengan tahun sebelumnya berbeda. Rata-rata yang terlambat hadir ke kampus untuk mengikuti UTBK, disebabkan terlambat berangkat dari rumah ke kampus.

 “Jauh dari wilayah kampus tidak menjadi alasan atau kendala. Karena, ada dari Medan dan Langsa serta daerah lain, namun mereka tidak terlambat ujiannya,” pungkanya.

Pihaknya sudah menyampaikan kepada peserta agar memperhatikan dengan baik terkait jadwal masuk ujian UTBK.

Kemal fasya Mhum selaku Koordinator Pelaksana UTBK, menyampaikan bahwa proses UTBK pada hari pertama berjalan dengan lancar.

Masuk di hari kedua, sempat terjadi pemadaman lampu sekitar 10 menit saat proses ujian sedang berlangsung , hal itu di nilai tidak merugikan peserta karena jawaban yang mereka diisi telah tersimpan secara otomatis.

Lebih lanjut proses ujian di sorenya juga sempat terjadi gangguan jaringan internet. Gangguan jaringan tersebut tejadi pada tiga ruangan di Kampus Bukit Indah.

Atas gangguang itu pihak kepanitiaan memberikan dispesasi waktu ujian dari jadwal pulang sebelumnya pukul 17.00 WIB menjadi pukul 18.00 WIB.

“pada dasarnya peserta ujian tidak dirugikan dengan mati lampu serta rusaknya jaringan sebentar,” tutup koordinator pelaksana UTBK Unimal.

---

[RMa]

Komentar

Loading...
error: Minta Ijin Dulu, Jika Ingin Copy