Anggap Jokowi Gagal Total, Unismuh Demonstrasi Besar-besaran

Anggap Jokowi Gagal Total
Bimcmedia.com | Mahasiswa Unismuh Demo Besar-besaran | Ist

Bimcmedia.com, Nasional : Mahasiswa dari Aliansi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) laksanakan unjuk rasa atau demonstrasi besar-besaran di depan kampus mereka, pada jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, karena anggap Presiden Jokowi gagal total.

Dalam demonstrasi tersebut, pada Mahasiswa juga menutup jalan dan menahan mobil lewat dengan membakar ban, akibatnya membuat kemacetan panjang kendaraan, karena mobil tidak bisa melintasi jalan tersebut.

Dalam aksi demonstrasi Mahasiswa ada banyak tuntutan yang dibawakan dengan isu pertamanya adalah "Anggap Jokowi dan Ma'ruf Gagal Total"

Dikutip dari laman berita CNN Indonesia,Rabu, (07/07/2021) Ketua BEM Ekonomi dan Bisnis, Dalam demonstrasi mengatakan " Bahwa kondisi bangsa saat ini sangat memprihatinkan. Karena banyak kebijakan dari anggota dewan dan pemerintah yang dianggap tidak mewakili aspirasi masyarakat Indonesia".

Selanjutnya dalam demonstrasi tersebut juga mengatakan bahwa kami anggap seluruh kebijakan dari Jokowi gagal total, karena kondisi bangsa saat ini sudah sangat memperhatikan. Ketua BEM juga mengatakan bahwa banyak dari produk kebijakan DPR dan Pemerintah, banyak dianggap tidak mewakili aspirasi masyarakat Indonesia.

BACA JUGA : 

Dalam aksi demonstrasi tersebut, Unismuh juga membawa kain putih yang bertulis supaya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, K H Ma'ruf Amin untuk segera turun dari jabatannya. Mahasiswa juga membagikan seluruh selembaran pernyataan sikap dari demokrasi yang berisi

selama kepemimpinan Jokowi - Ma'ruf terjadi proses deregulasi peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan berbagai semangat dan cita-cita negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.

Selama masih dalam kondisi pandemi akan terus terjadi, maka penegakan hukum masih tebang pilih dan diskriminatif, masifnya praktik KKN oleh oknum birokrat di lingkup pemerintahan, supremasi masyarakat sipil dilemahkan, seperti itulah yang tertulis dalam pernyataan sikap Aliansi Unimuh. Mahasiswa juga menilai bahwa pemerintah tidak konsisten dalam menetapkan dan memutuskan pengunduran kuliah tatap muka yang merupakan ketidakbecusan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

Kondisi pandemi masih terjadi, maka pendidikan karakter untuk generasi muda untuk masa yang datang maka terus mengalami kemunduran, karena sekolah-sekolah banyak ​yang masih tetap dilakukan secara online kami anggap tidak efektif dan tidak ideal,karena bisa membuat generalisasi muda tidak berkembang. Begitu kata Unismuh.

Kemudian yang terakhir, Mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan Perppu dan menyelamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk batalkan Rancangan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai (RUU PPN) dan hentikan komersialisasi pendidikan dan juga Covid-19," demikian tuntutan Unismuh.

___

A-

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!