Baru Tiga Bulan Jabat Bupati Andi Merya Di Tangkap KPK

Bupati Andi Merya
Bupati (Koltim) Kolaka timur Andi Merya Nur terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi | Sumber Foto : Tribunnewssultra

Bimcmedia.com, Nasional ; Informasi terkait Bupati yang beberapa waktu lalu di kabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Baru tiga Bulan Jabat Bupati Andi Merya di tangkap oleh KPK. Kamis, (23/09/2021).

Adapun Bupati Andi ditangkap dengan dugaan perkara prihal dana bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebagai mana yang di lansir dari detiknews.com Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyampaikan, "Benar, berdasarkan informasi yang kami terima, Selasa, 21 September 2021 sekitar jam 8 malam, tim KPK berhasil mengamankan beberapa pihak dalam kegiatan tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Kolaka Timur Sultra," Pungkasnya

Sontak menjadi sorotan Bupati Andi Merya ditangkap dengan status baru resmi menjabat sekitar 3 bulan sebagai Bupati Kolaka Timur.

Pada laman resmi Pemerintah perovinsi Sulawesi Utara, Andi Merya resmi dilantik menjadi Bupati Kolaka Timur pada tanggal14 Juni 2021.

Selanjutnya, Gubernur Sulawesi Utara Ali Mazi melantik Andi Merya secara langsung dengan masa jabatan 2021-2026. Merujuk kepada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.74-1220 Tahun 2021 per tanggal 2 Juni 2021. sebelumnya Andi Merya menjabat sebagai Wakil Bupati Kolaka timur pada periode 2021 hingga 2026.

Kemudian Bupati Kolaka Timur dilantik menjadi Pimpinan Kolaka Timur setelah bupati sebelumnya yakni Samsul Bahri Majid yang meninggal dunia disebabkan serangan jantung pada Maret 2021.

Pada saat itu Samsul baru sekitar 21 hari menjabat sebagai Bupati bersama dengan Andi Merya yang berstatus wakil bupati kala itu.

Andi Merya sebelumnya adalah wakil bupati Koltim periode 2016 - 2021. Sementara itu, 2 periode sebelumnya dia menjabat anggota DPRD Kolaka dan anggota DPRD Koltim.

Bupati Andi ditangkap diduga terkait dana bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari informasi yang didapat detikcom, kasus tersebut menyangkut dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana dari BNPB. Diduga beberapa hari lalu Bupati Andi mendapat bantuan dana tersebut dari BNPB.

Bupati Kolaka Timur tak sendiri ditangkap KPK. Ada 5 orang lainnya yang juga ditangkap KPK, salah satunya Kepala BPBD Koltim Anzarullah. Dia diketahui ikut menemani Andi ke kantor BNPB terkait dana bantuan.

"Siapapun pelakunya, kami tidak pandang bulu jika cukup bukti karena itu prinsip kerja KPK," kata Ketua KPK Firli Bahuri

Terakhir Firli juga mengatakan bahwa tim Komisi Pemberantasan Korupsi masih akan terus mencari tahu kasus ini. Dia belum dapat memberikan informasi yang lengkap mengenai OTT ini.

"Berikan kami waktu untuk bekerja, nanti pada saatnya KPK pasti memberikan penjelasan secara utuh," tutupnya Firli.

---

 [CW 02]

Komentar

Loading...