Breaking News

Batu Bara PT. Mifa Bersaudara Masih Tumpah Ke Laut

Mifa Dibela Ramli, SE

Laporan ,
Ketua komisi II DPRK Aceh Barat Tgk. H. Mawardi, dalam menyampaikan pendapat di RDP dengan Perusahaan, selasa (1/12/2020) /fitriadilanta

bimcmedia.com, Meulaboh : Berdasarkan informasi yang disampaikan nelayan Aceh Barat kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat bahwa perusahaan mifa bersaudara sampai saat ini masih tumpah batu bara ke laut dalam proses pemindahan dari pelabuhan ke tongkang dan dari tongkang ke kapal untuk diangkut ke pembeli

Demikian disampaikan ketua Komisi II DPRK Aceh Barat H. Tgk. Mawardi dalam Rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah perusahaan di gedung Dewan untuk pembahasan target royalti Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2021 selasa (1/12/2020)

H. Mawardi mengatakan pada perusahaan mifa bahwa sampai saat ini batu bara masih tumpah ke laut, sehingga terjadi penumpukan di laut dan di daratan, sehingga membuat Nelayan mengeluh

"Saat kita sampaikan ke PT. Mifa beberapa waktu lalu selalu berdalih bahwa itu batu bara milik PLTU" Katanya didepan perwakilan Mifa, Magellanic dan BUMD Pakat Beusare yang hadir di rapat tersebut.

Padahal tumpahan batu bara tersebut ke laut disaksikan langsung oleh Nelayan saat melaut, kalau Dewan tidak melihat, benar itu batu bara mifa yang jatuh ke laut saat proses pemindahan dari pelabuhan dan dari tongkang ke kapal, ungkapnya

Politisi PPP tersebut meminta PT. Mifa meminimalisir atau mengecilkan tumpahan batu bara ke laut, karena sangat terganggu Nelayan dalam mencari rezeki, sayang Nelayan, pungkasnya

Menanggapi perihal disampaikan Ketua Komisi II DPRK Aceh Barat, Tgk. H. Mawardi, wakil ketua Dewan Ramli, SE secara langsung mengatakan bahwa baru bara di laut itu bukan milik PT. Mifa, itu milik PLTU, sudah pernah di uji laboratorium, belanya

" Dulu ada tongkang PLTU yang terbalik, bukan milik Mifa, dan sudah pernah juga di uji lab" Kata ramli yang sedikit tidak nyambung dengan masalah disampaikan komisi II

Pun demikian, Ramli juga menyarankan agar Mifa menjual baru bara ke PLTU agar Mereka tidak mendatangkan dari luar daerah, otomatis harus diproduksi batu bara sesuai permintaan perusahaan Listrik tersebut

Mifa bersaudara

Selama ini Mifa mengalami penurunan target penjualan hingga 35% ke atas, royalti hingga akhir November 2020 dengan jumlah total sektoral, 120,9 M, ke pemerintah kata, safrinaldy, perwakilan mifa sambil meminta pengurangan royalti ke pihak Dewan untuk target PAD 2021.

Terkait laporan Komisi II, perwakilan teknik tambang perusaan batu bara tersebut Indra berterimakasih atas apresiasi Dewan, dirinya menegaskan Mifa tetap komit dalam menjalankan aturan

terkait masalah dilautan yang dikeluhkan Nelayan, kita harus samakan dulu kata, bukan tumpah tapi tercecer batu bara saat proses pemindahan yang benar

"Pihak mifa mengakui ada tumpahan dulu dari konvayer ke tongkang, namun sekarang sudah baik alat yang digunakan sehingga itu tidak lagi terjadi " Ucap indra

Masalah batu bara di laut, dengan tegas perwakilan Mifa menuturkan bahwa Mereka perlu data bukan issue, batu bara perlu uji lab, agar ketahuan milik siapa, proses pengawasan kerja saat ini mifa punya CCTV,

Pihak Mifa Sudah melakukan pertemuan dengan nelayan melibatkan Keuchik dan panglima laot, membicarakan solusi dan rencana akan dibentuk Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) nantinya modal usaha dibantu mifa, tentunya tidak hanya kita dari perusahaan sebelah juga harus ada, sebutnya mengarah ke PLTU 1-2.

Masalah yang terjadi di laut sudah banyak masukan dan pihak perusahaan tidak tinggal diam, yang jelas perusahaan tersebut komit menjalankan aturan yang berlaku, tutupnya.

---

(FL)

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!