Berantas Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Nagan Raya Gandeng UTU

Bimcmedia.com
Bimcmedia.com | Berantas Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Nagan Raya Gandeng UTU/Ist

Bimcmedia.com, Nagan Raya; Demi memberantas kemiskinan di Kabupaten Nagan Raya yang angkanya masih cukup tinggi dibandingkan kabupaten kota lain di Provinsi Aceh, BAPPEDA Nagan Raya menggandeng Universitas Teuku Umar sebagai mitra dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah.

Demi terwujudnya perencanaan pembangunan yang berkelanjutan khususnya di bidang sosial budaya. Pemerintah Nagan Raya melalui BAPPEDA mengundang Universitas Teuku Umar sebagai narasumber dalam agenda Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial Budaya, dalam rangka penguatan strategi pemerinath kabupaten dan Perguruan Tinggi dalam pembangunan daerah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Aula Bappeda Komplek Perkantoran Suka Makmue, Rabu, 27 Juli 2022.

Sejumlah isu meliputi masalah-masalah strategis terkait pelayanan pendidikan dan kesehatan yang merata serta bermutu, perbaikan gizi masyarakat yang mencakup penyediaan pangan, air bersih, maupun sanitasi kerap mempengaruhi perencanaan pembangunan. Selain itu, pengendalian pertumbuhan penduduk, pengembangan budaya, serta pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender juga harus dipertimbangkan secara serius dalam kebijakan, pembuatan program, maupun alokasi anggaran.

Bupati Nagan Raya, H.M. Jamin Idham, S.E. diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Bambang Surya Bakti, S.E membuka secara resmi Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial Budaya.

Bambang mengatakan, penanggulangan kemiskinan merupakan kebijakan dan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang dilakukan secara sistematis dan bersinergi dengan stakeholder untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini kemiskinan masih 2 digit sekitar 29,99 ribu orang yang miskin, kami berharap dengan adanya kerjasama dengan perguruan tinggi, khususnya dengan Universitas Teuku Umar agar bisa menekan angka ini.” kata Bambang.

Dirinya mengatakan apapun program yang diusung oleh perguruan tinggi akan diterima dan juga dijalankan di Kabupaten Nagan Raya. Termasuk diantaranya adalah KKN Tematik maupun program riset dan pengembangan lainnya.

Bambang juga meminta kepada seluruh perangkat daerah yang berhadir hari ini untuk dapat memaksimalkan kesempatan dan mendiskusikan bersama tim UTU terkait program/ kegiatan pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran sesuai dengan karakteristik masyarakat sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin.

Sementara itu Wakil Rektor III Universitas Teuku Umar, Dr. Mursyidin, MA mengungkapkan pengentasan kemiskinan sendiri harus dilakukan dari berbagai aspek. Untuk itu pihaknya akan mengerahkan berbagai elemen dari berbagai bidang ilmu seperti Sains, Ekonomi, Sosial dan masih banyak lagi lainnya.

Mursyidin mengungkapkan, Nagan Raya bukanlah daerah asing bagi UTU. Banyak sekali program-program dari UTU yang telah dan sedang berlangsung di kabupaten Nagan Raya, diantaranya seperti program PKM, PPK Ormawa, P2MW, Liga Kampus Merdeka, KKN Tematik, dan Magang Kampus Merdeka serta lainnya.

Lanjut Mursyidin, salah satu program UTU yang sedang berlangsung di Kab. Nagan Raya adalah Program Peningkatam Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa). "Tahun ini, UTU berhasil meraih pendanaan dari Kemendikbud Ristek untuk 5 Proposal PPK Ormawa, dan menariknya seluruh lokasi pelaksanaan berada di Kabupaten Nagan Raya," jelas Mursyidin yang disambut tepuk tangan peserta yang berhadir.

Kedepan lanjutnya, kita bisa menyusun program kolaborasi seperti program Matching-Fund Kedaireka, riset keilmuan dan program kerjasama dengan pihak ketiga.

Narasumber kedua dari UTU, Dr. Rahmat Pramulya, MM dalam pemaparannya menawarkan konsep Ekosistem Penanggulangan Kemiskinan : pola kolaborasi multipihak untuk memberantas kemiskinan ekstrem yang terjadi di Nagan Raya yang mencapai 7,94 % atau setara dengan 13 ribu jiwa.

Dr. Rahmat menjelaskan kolaborasi multipihak yang dimaksudkannya adalah peran Universitas Teuku Umar melalui program penelitian dan pengabdian dosen, pihak swasta/perusahaan lewat tanggungjawab sosial dan Riset Keilmuan dari BRIN.

"Jika tiga pihak ini bisa berkolaborasi, didukung oleh kebijakan pemerintah daerah lewat SKPK yang ada untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem, maka hal tersebut tidak mustahil akan dapat diwujudkan," pungkasnya dengan semangat.

Pada pertemuan tersebut turut hadir Ketua BAPPEDA yang diwakili oleh Kabid Pemerintahan Sumber Daya Manusia dan Keistimewaan (PSDMK) Bappeda Nagan Raya, Muhammad Ar’rafi, S.Kel., M.Sc dan sejumlah stakeholder lainnya dari berbagai SKPK lingkup pemkab Nagan Raya. Sementara dari UTU turut hadir Koordinator Humas dan PPID UTU, Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc dan pejabat fungsional Biro Umum dan Keuangan UTU, Ahmad Fauzi, S.Pd
***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!