Breaking News

Beredar Foto Mirip Pejabat Tinggi Aceh Barat Menikah di Sabang, Ternyata

Laporan ,
Di duga mempelai mirip dengan pejabat tinggi aceh barat foto/ist

Bimcmedia.com, Meulaboh - Dua hari terakhir sejumlah media sosial milik Masyarakat Aceh Barat dihebohkan dengan beredar foto pernikahan di tugu kilometer nol kota Sabang pada 17 Agustus 2022, dalam foto tersebut terlihat mempelai pria sangat mirip dan diduga penguasa Aceh Barat saat ini, ternyata hanya sekedar mirip tapi bukan pejabat dimaksud

Sejumlah warga Aceh Barat di bikin penasaran dan ingin mengetahui, maka sejak Rabu malam (17/8/2022) tim redaksi bimcmedia.com menerima sejumlah pesan baik audio maupun WhatsApp yang berisi pertanyaan apa benar foto itu pejabat tinggi Aceh Barat, karena dilihat sekilas tak bisa dibantah jika gambar tersebut bukan penguasa diwilayahnya

" Kalau di perhatikan sekilas wajah dan gaya serta bodynya itu Persie pejabat tinggi di kabupaten Kami, apa beliau sudah punya ibu baru," tanya warganet ke pewarta

Pantauan bimcmedia.com foto tersebut beredar luas hingga ke pelosok Aceh Barat sampai Jumat sore (19/8/2022) banyak warga pedalaman meyakini itu pejabat tinggi kabupaten tersebut termasuk sejumlah elit di bumi Teuku Umar meyakini itu foto pernikahan baru sang penguasa daerah, jelas salah seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis

Tim redaksi bimcmedia.com mencoba menelusuri kebenaran informasi tersebut, ternyata yang melangsungkan pernikahan di tugu kilometer nol kota Sabang bukanlah penguasa Aceh Barat, hanya kemiripan saja tetapi mempelai pria tersebut bernama H.Nur Salam menikah dengan Sri Astuti binti H.Sumardi di saksikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama kota Sabang, Dr. H. Mukhlis Mpd

"Betul saya menikah di sana dengan teman sekolah Sri astuti" kata Nur salam menjawab pertanyaan pewarta bimcmedia.com via pesan WhatsApp

Ditanya kenapa memilih menikah di kilometer nol kota Sabang, Nur salam menjelaskan beberapa alasan diantaranya memilih sabang, karena hal yang unik sebab selama ini belum ada mempelai menikah di titik nol kilometer sabang.

"Kami berdua ( nursalam dan Astuti) adalah temen SMPN Dongko, Trenggalek, jawa timur. Kurang lebih 36 tahun kemudian kami berdua dipertemukan Allah SWT, dalam keadaan saya ditinggal meninggal istri dan Astuti ditinggal meninggal suami." Terangnya

Nur salam melanjutkan, disaat itulah mereka sepakat menjalin ikatan suci dalam perkawinan, dan memfilosofikan mulai dari titik nol bahwa dirinya dan istri akan memulai kehidupan baru,

"Dimana dulu kita sahabat dan kini kita mulai menjadi suami istri. dengan filosofi ini maka kami sepakat menikah di titik nol sabang" pungkasnya

Selain itu tambahnya Mereka juga punya alasan ingin memperkenalkan wisata titik nol sabang. Ke dunia luas , 17 Agustus dipilih karena hari tersebut merupakan hari bersejarah untuk indonesia, dari situlah dimulai kemerdekaan untuk mandiri dan membangun Negara ke depan. Kata linto Baro tersebut

"Begitulah kami, akan memulai membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah" imbuhnya

Pernikahan berlangsung khidmat ,Mahar suci cinta uang senilai Rp 17.081.945, sedangkan emas 53 gram, alat sholat. Dengan keterangan jumlah Uang menunjukkan tanggal kemerdekaan RI, 53 gram emas menunjukkan usia kedua mempelai sama-sama 53 tahun Alat sholat adalah untuk meningkatkan ibadah menjadi insan yang lebih baik dan bermanfaat , tutupnya

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!