Beutong Ateuh Banggalang Terjadi Banjir Bandang Parah, Begini Dampaknya !!!

Satu Unit Kios warga rata dengan tanah, dan Rumah Warga yang terdampak akibat banjir Bandang di Desa Blang Meurandeh.| Ist

Bimcmedia.com, Nagan Raya : Dampak Banjir Bandang yang terjadi di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya pada Senin malam, sejumblah rumah warga dan harta benda dibawa derasnya air. Selasa, 29 Agustus 2023

Hujan deras disertai petir yang melanda pada Sore Senin 28 Agustus Hingga malam, mengakibatkan debit air dipenggunungan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya meningkat, hingga terjadinya Banjir Bandang di sejumlah Desa.

Beutong Banggalang, terdapat Lima ( 5 ) Desa, diantaranya Desa Blang Meurandeh, Desa Babah Suak, Desa Kuta Teungoh, Desa Blang Puuk dan Pinto Angen yang merupakan desa persiapan dalam satu Mukim.

Dalam Banjir Bandang yang terjadi tersebut, dua Desa yang terdampak parah, di Desa Blang Meurandeh satu Kios warga rata dengan tanah, serta satu unit rumah warga yang hampir ambruk kedalam sungai akibat terkikis derasnya air.

Kemudian Desa Babah Suak juga terdampak parah, dimana mengakibatkan Daerah Aliran Sungai ( DAS ) berpindah total akibat sisi gunung longsor, kemudian dua (2) Unit Jembatan meneju persawahan warga terbawa arus, hingga satu (1) lapangan sepak Bola hilang tertimbun tanah, kayu dan batu yang diperkirakan tiga (3) meter dari permukaan dasarnya.

Syafruddin, warga Desa Blang Meurandeh yang juga merupakan Korban dari bencana tersebut kapada Bimcmedia.com mengatakan, hujan yang turun sejak sore hari hingga malam mengakibatkan debit air di penggunungan naik tinggi, mengakibatkan longsor parah hingga menghantam rumah miliknya, dirinya menyebutkan selain rumahnya satu unit kios warga rata dengan tanah.

" hujan disertai petir mulai sejak sore hari air disungai yang bersumber dari gunung turun secara mendadak lalu kami segera mencari tempat yang lebih aman, dampak terhadap banjir sejumlah peralatan warung saya dibawa air, kios tetangga saya juga rata dengan tanah, dan satu mushola " Kata Syafruddin.

Rusliadi, yang merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) Babah Suak secara terpisah kepada Bimcmedia.com mengatakan, akibat Banjir Bandang yang melanda secara tiba tiba tersebut mengakibatkan dua (2) akses lintasan warga hilang.

" Akibat longsor parah gunung mengakibatkan tersumbat aliran sungai yang sekarang alirannya mengarah ke pemukiman warga, satu (1) jembatan gantung milik warga hilang terbawa air, satu (1) jembatan yang sedang dibangun oleh desa rusak parah, dan lapangan Bola Kaki Warga hilang " Ungkapnya Sekdes Babah Suak

Dirinya berharap pemerintah segera menurunkan alat berat guna menggeser kembali arah aliran sungai ke posisi semula, menurut dirinya jika kembali diguyur hujan akan mamgancam keselamatan warganya

" Kami sangat mengharapkan pemerintah Kabupaten dan Provinsi untuk mengalihkan arah aliran sungai ketempat dasar, kami membutuhkan alat berat guna membersihkan Pepohonan yang menghambat aliran sungai, sebab ini sangat membahayakan warga jika hujan kembali turun dengan entesitas tinggi, " Tutupnya.

***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!