BKKBN Provinsi Aceh Gelar Fasilitasi dan Koordinasi Satgas PPS di Kabupaten Gayo Lues

BKKBN
BKKBN Provinsi Aceh Gelar Fasilitasi dan Koordinasi Satgas PPS di Kabupaten Gayo Lues | Ist

Bimcmedia.com, Blangkejeren: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Kabupaten Gayo Lues. Acara berlangsung di Aula The Legen Hotel, Rabu(22/2/2023).

Kepala Dinas DP3AP2KB Yunidar, S.E dalam sambutannya mengucapkan syukur atas angka prevalensi stunting tahun 2022 Gayo Lues mengalami penurunan dari target yang sudah ditetapkan, ini merupakan hasil kinerja bersama yang patut di apresiasi.

Lanjutnya, ia mengatakan masih banyaknya kegiatan yang berhubungan dengan percepatan penurunan stunting di masing-masing dinas , perencanaan aksi nasional merupakan panduan penanganan stunting khusus nya untuk diterapkan.

"Ada pun langkah-langkah untuk memerangi angka stunting berdasarkan Peraturan presiden 27 tahun 2021 melalui pertumbuhan kebutuhan gizi pada ibu dan bayi sejak 1000 hari awal kehidupan, ketersediaannya air bersih dan fasilitas yang layak serta memenuhi kebersihan".

Ia berharap kepada instansi terkait untuk tetap bekerja keras dan kegiatan yang direncanakan tahun ini dapat di laksanakan dengan baik dan tempat waktu, karena presiden berharap pada tahun 2024 penurunan stunting berada pada 14 persen.

Selain itu, Perwakilan BKKBN Aceh Ihya, SE.MM mengungkapkan berdasarkan data survey status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, bahwa angka prevalensi stunting di kabupaten Gayo Lues mengalami penurunan menjadi 34,6 persen yang dari mana sebelumnya 42,9 persen pada tahun 2021 yang lalu, atau turun sejauh 8,3 persen.

"Ada 20 indikator yang menjadi perhatian utama yang perlu di evaluasi secara detail Dan didalam evaluasi terdapat 64 indikator yang menentukan bagaimana desa sasaran lokos itu di tentukan".

Tambahnya, berikut sembilan indikator spesifik yang menjadi kewenangan Dinas Kesehatan diantaranya, persentase ibu hamil energi kronik yang mendapatkan tambahan asupan gizi, persentase ibu hamil yang mengkonsumsi tablet tambah darah, persentase remaja putri yang mendapatkan tablet tambah darah, persentase bayi yang umurnya kurang dari 6 bulan mendapat asi ekslusif, persentase bayi usia 6 sampai 23 bulan mendapatkan makanan pendamping asi, persentase bayi di bawah 5 tahun yang gizi buruk mendapatkan pelayanan tata laksana gizi buruk, anak usia dibawa 5 tahun perlu di pantau pertumbuhannya, persentase anak yang di bawah 5 tahun gizi kurang yang mendapat tambahan daftar gizi, dan bayi di bawah 5 tahun harus memperoleh imunisasi dasar lengkap.

Kabag Hukum Sapta sebagai pemateri Fasilitasi dan koordinasi satgas PPS mengatakan, diperlukan rencana aksi dengan program dan kegiatan yang terpadu agar target pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Gayo Lues dapat tercapai sesuai arahan Presiden melalui peraturan presiden nomor 27 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, yaitu sebesar 14 persen pada tahun 2024 dalam 2 tahun ini, yang masih menjadi pr yakni sebesar 34,6 persen - 14 persen, yang artinya masih ada 20 persen lagi beban untuk mencari terget nasional.

Tambahnya dibutuhkan inovasi dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gayo Lues secara berkelanjutan dan diperlukan sinergitas dalam pemanfaatan data melalui satu data, sehingga data dapat tercipta sesuai dengan waktu yang ditetapkan pada tahun 2024.

Hadir dalam acara tersebut, Perwakilan BKKBN Aceh serta rombongan, Kadis DP3AP2KB, Kadis Kominfo, Perwakilan Dinas Kesehatan, Kabag Hukum dan undangan lainya.

***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!