Buang Sampah Di Lokasi Milik Bank, Nyawa Taruhannya

bimcmedia.com, Meulaboh : Pamplet larangan membuang sampah di tanah kosong disebut-sebut milik salah satu Bank swasta di Meulaboh membuat sejumlah orang heran dan terkesan ekstrim.

Pamplet bertulisan kata-kata Ya Allah, cabutlah nyawa pembuang sampah di tempat ini/bimcmedia.com/Foto : FL

Kenapa tidak, di pamplet tersebut tertulis Kata-kata ” Ya Allah, cabutlah nyawa pembuang sampah di tempat ini”, Menurut sejumlah warga sebenarnya himbauan tak perlu sekeras itu walau terkesan sudah kesal dengan perilaku sang pembuang sampah, kata samsul saat ditanya bimcmedia.com kamis (08/10/2020).

Menurut keterangan warga yang berdekatan dengan lokasi tersebut, sebelum dinaikkan pamplet ekstrem tersebut terdapat spanduk larangan buang sampah di lokasi itu, namun spanduk itu hilang nampaknya kemudian baru muncul pamplet cabut nyawa untuk mencegah orang agar tidak lagi dibuang sampah disana.

Kepala Dusun Manggis Gampong Ujong Baroh Alidar saat dikonfirmasi media ini mengatakan tidak ada pemberitahuan apapun dari pemilik tanah tentang larangan buang sampah dilokasi tersebut, yang diketahuinya sudah ada pamplet cabut nyawa disana.

Pj. Keuchik Gampong Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Daswin, S. H menjawab pertanyaan Pewarta bimcmedia.com terkait pamplet permohonan cabut nyawa bagi yang membuang sampah di lokasi tersebut, sejauh ini dirinya belum mengetahui.

Pun demikian, harusnya tak perlu bahasa se ekstrim itu, lakukan sosialisasi dulu baru kita lihat perkembangan, jangan sampai didoakan orang seperti itu, semua ada solusi bila kita mau berbagi, jelasnya

” Jika ada warga gampong yang tak bisa membaca, setelah membuang sampah di lokasi tersebut lalu diberitahukan oleh orang lain bahwa disitu ada pamplet doa agar dicabut nyawa bagi pembuang sampah di lokasi itu, resahlah orang buta huruf jadinya” Kata pimpinan gampong serius.

Harusnya pihak yang punya tanah membicarakan masalah yang dihadapi dengan aparatur gampong, karena tanah tersebut di Dusun Manggis, tentu disana ada Kepala Dusunnya, jangan membuat pamplet ekstrim yang bisa Meresahkan warga, semua ada jalan keluar jika kita diskusikan, tutupnya

(FL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: