Budaya Nongkrong Menjadi Fenomena Bagi Masyarakat Kota Langsa

Laporan ,
Budaya Nongkrong
Masyarakat Menikmati Tongkrongan Bersama Teman-teman | Foto : Maesy Alvina

Bimcmedia.com, Budaya : Kebiasaan Nongkrong atau sering disebut sebagai tongkrongan telah menjadi hal biasa, sehingga menjadi budaya nongkrong bagi masyarakat kota Langsa. Dengan berbagai kearifan bangunan cafe yang klasik maupun modern telah menjadi tempat tujuan masyarakat untuk berbincang mengisi waktu luang atau sekedar melepas penat.

Hadirnya kafe sebagai alternatif nongkrong anak muda era sekarang ini banyak menimbulkan strotype yang menjadikan anak muda sebagai pribadi yang konsumtif dan gemar menghabiskan uang hanya untuk sekedar nongkrong. Hal ini terlihat dari beberapa kafe yang bagus dan terlihat estetik menjadi pilihan bagi setiap anak muda yang ingin nongkrong.

Almira Raissa sebagai salah satu pendiri Cafe di Kota Langsa Mengatakan "Antusias Anak muda kota Langsa sekarang ini semakin maju, selain membantu kami pengusaha UMKM ini juga membantu meningkatkan ekonomi yang ada di kota Langsa, budaya nongkrong ini bukanlah hal yang negatif, karena nongkrong dan bercengkrama menambah wawasan dan juga relasi untuk diri kita". Ungkapnya.

Memang bagi setiap anak muda jaman sekarang kebiasaan nongkrong menjadi rutinitas yang perlu dilakukan untuk mengatasi kebosanan akan rutinitas sehari-hari atau akibat dari lelahnya tugas yang menumpuk. Dan hal ini juga menjadikan masyarakat kota Langsa menjadi masyarakat yang modern di era sekarang ini.

Budaya Nongkrong
Salah Satu Tempat Tongkrongan di Kota Langsa | Foto : Maesy Alvina

Maraknya kafe tersebut juga dibarengi dengan tema dan tujuan tertentu. Sebagai misal, beragam konsep dengan iringan musik, terjangkaunya harga, hingga sajian menu dengan nuansa tradisional sampai modern seakan menjadi daya tarik tersendiri.

Hal tersebut kian membuktikan animo masyarakat yang tinggi terhadap keberadaan kafe, karena semakin menjamurnya kafe secara tidak langsung menunjukkan minat pasar terhadap keberadaan kafe.

Salah satunya adalah fenomena menjamurnya kafe di kota Langsa, di kota ini eksistensi kafe mulai diperhitungkan bagi anak-anak muda. Istilah kafe berasal dari kata coffee yang berarti kopi. Kafe merupakan tempat yang cocok untuk bersantai, melepas kepenatan, serta bertemu dengan kerabat.

Mohd Assam S.H Seorang Pebisnis Mengatakan "Untuk meningkatkan bisnis cafe shop di era sekarang ini kita perlu melihat apa yang diinginkan oleh anak muda sekarang apa yang ingin dilihat oleh masyarakat, mengikuti tren bangunan bergaya klasik, estetik atau modern dan juga cita rasa yang kami sajikan dalam setiap menu yang telah kami tetapkan.

Dan hal itu memicu antusias anak muda untuk duduk sekedar minum bercengkrama di cafe-cafe yang mereka nilai bahwa itu bagus untuk menjadi tempat tongkrongan". Ungkapnya.

Kafe telah menjadi fenomena atau malah mungkin budaya baru yang menjawab kebutuhan masyarakat modern. Berkurangnya ruang publik yang nyaman dan fleksibel membuat kafe menjadi ruang alternatif yang perlahan menjadi pilihan utama untuk berinteraksi dan bersosialisasi baik bersama keluarga maupun teman-teman.

Termasuk bagi kalangan siswa dan mahasiswa kafe telah menjadi tempat pilihan mengisi waktu. Tak heran jika saat ini banyak kafe yang bermunculan di sekitar sekolah dan kampus bahkan tidak jarang di dalam lingkungan sekolah atau kampus itu sendiri.


Penulis : Maesy Alvina                                      Mahasiswi Komunikasi Penyiaran dan Islam.

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!