Capai 4.522 Donatur, GARDA Indonesia Bangun Rumah Dhuafa Ke-4 di Aceh Barat

Garda Indonesia
Peletakan Batu Pertama Pembuatan Rumah | Ist

Bimcmedia.com, Meulaboh  : Gerakan Relawan Rumah Dhuafa Idonesia (GARDA Indonesia) melakukan peusijuk dan peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah keempat atau #R004  di Gampong Meunasah Gantung, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.  Senin, 20 Juni 2022

Setelah sukses melakukan pembangunan #R001 di Aceh Barat, R002 di Abdya dan R003 akan dibangun di Aceh Singkil. Kini R004 akan dibangun dengan menerapkan SOP GARDA Indonesia, dimulai dari sumber anggarannya 100 % dari donasi program #Gerakan10Ribu, dan proses pembangunannya pemborongan namun dapat melibatkan partisipasi masyarakat sekitar dengan mekanisme yang telah diatur.

Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc selaku Inisiator GARDA Indonesia kepada media ini mengatakan rumah keempat dari program #Gerakan10Ribu dibangun di Aceh Barat setelah memperhatikan antusiasme masyarakat Aceh Barat untuk ikut bergabung sebagai donatur tetap dalam program ini.  Aceh Barat merupakan wilayah dengan jumlah donatur paling banyak bergabung dalam gerakan sosial ini.

Rumah ke-empat (R04) dari program #Gerakan10Ribu ini kita bangun atas nama Ibu Nurkamaliah (Umur:  54 tahun), warga Gampong Meunasah Gantung, Kec. Kaway XVI, Kab. Aceh Barat. Beliau tinggal bersama seorang anak yang sudah yatim sejak lama. Kondisi Ibu Nurkamaliah menderita sakit kanker dan saat ini berobat jalan ke RSUZA. Sebelumnya, pada Rabu (8/6/2022) lalu rumah Ibu Nurkamaliah ludes terbakar, pada saat terjadi kebakaran Ibu Nurkamaliah sedah berobat di Banda Aceh ditemani anak semata wayangnya.

Informasi tentang musibah kebakaran tersebut begitu cepat tersebar di media sosial, berikut dengan kisah hidup keluarga Ibu Nurkamaliah. Dan kemudian, kejadian ini menjadi titik fokus untuk GARDA Indonesia, berita tersebut dibawa dalam musyawarah dan dibahas kemudian diputuskan untuk target pembangunan oleh GARDA Indonesia.

"Sebelumnya kami membuka kesempatan project kolaborasi namun hingga seminggu diumumkan, progressnya tidak signifikan sehingga kami putuskan untuk dibangun dari donasi para donatur tetap GARDA Indonesia." Jelas Aduwina Pakeh yang merupakan Pendiri GARDA Indonesia

Meski demikian, lanjutnya kami tetap menerima donasi dari bapak/ibu sekalian yang ingin menyumbang dalam bentuk apapun, namun kami mohon kesediaannya untuk didaftarkan sebagai donatur tetap dan nilai donasinya akan dikonversikan ke donasi bulanan.

"Kami mengajak masyarakat semua, khususnya dari kecamatan Kaway XVI untuk berbondong-bondong bergabung sebagai donatur #gerakan10ribu, kita gotong royong bangun kembali rumah Ibu Nurkamaliah." Ajaknya

Rumah 04 ini akan dibangun baru permanen diatas tanah seluas 6 x 7 meter plus Teras (ciri khas GARDA Indonesia) /corak minimalis. Diperkirakan untuk menyelesaikan pembangunan rumah ini akan menghabiskan dana sebesar Rp. 70-75 juta rupiah.

"Saldo awal yang kami plot untuk program ini sebanyak Rp. 10 juta. Insya Allah ditargetkan dalam proses pembangunan ini jumlah donatur terus bertambah dan setoran donasi dari donatur tetap sebelumnya semakin lancar, sehingga ketika pembangunan rumah ini selesai seluruh pembiayaan juga terpenuhi, sehingga kita dapat berfokus untuk R005 dan seterusnya." Jelasnya

Dosen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar ini juga menguraikan semenjak dimulainya program ini pada Juli 2020 lalu hingga Senin (20/06/22) ini, jumlah donatur yang telah bergabung mencapai 4.522 orang, dari berbagai daerwh di Indonesia, berbagai latar belakang profesi, usia, pendidikan, ekonomi.  Yang bergabung tidak hanya dari Aceh semata, namun juga dari wilayah Sumut, Sumbar, Sumsel, Riau, kepri, Babel, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan dan Sulawesi dan bahkan hingga keluar negeri (Australia dan Malaysia).

"Sistem kita sangat sederhana, membangun rumah layak huni untuk kaum dhuafa di Aceh dengan cara donasi Rp 10.000 rupiah perbulan. Siapa saja dapat bergabung, nilai donasinya tetap 10.000 rupiah perbulan. Target kita suatu saat nanti jumlah donatur dapat mencapai 10.000 orang, saat ini baru tercapai 45 % dari target tersebut. Sembari kita sempurnakan konsep, sistem dan pola gerakan, kita terus melakukan sosialisasi terutama melalui media sosial." Lanjutnya

Koordinator Bidang Konstruksi GARDA Indonesia, Drs. Jufrinal didampingi pengawas mutu konstruksi Masrizal, S.Pd menjelaskan sesuai dengan SOP GARDA Indonesia, jika lokasi pembangunan tidak mampu dijangkau setiap hari, maka pembangunan diborongkan, namun dengan teknis yang kita susun, masyarakat dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan dengan jasanya dikonversikan oleh tukang dan dihitung yang nilainya akan dipotong dari nilai kontrak tukang.

"Yang paling penting kami ingatkan, mutu pembangunan harus sesuai dengan spek yang ditentukan, sementara untuk nilai budgetingnya keseluruhan pembangunan hingga selesai disesuaikan dengan kebutuhan rill di lapangan." Jelas Jufrinal yang juga penggerak GARDA Indonesia.

Turut hadir pada acara prosesi peusijuk dan peletakan batu pertama yang menandakan dimulainya pembangunan R004  diantaranya Wakil Ketua MPU Aceh Barat, Waled Sayuti yang juga sempat memberikan tausiah dan nasehat, Sejumlah Keuchik dalam kecamatan Kaway XVI, Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Teuku Umar, Ayah Min Kaway (Tgk. Muhammad Amin), pimpinan Dayah Al-Inabah Manggie,  para penggerak GARDA Indonesia diantaranya Saiful Pakeh, Azhari, ST, Giyanto, M.Kes, Ruslan, SP, Tgk Halim, Tgk Mutawali, Imran Pungkie dan lainnya.

***

Komentar

Loading...