Covid-19 Virus yang Dibuat Manusia? Ini Bukti Orang Amerika Terlibat Teori Konspirasi Corona

bimcmedia.com, Opini – Covid-19 Virus yang Dibuat Manusia? Pernah dengar kalau antivirus diciptakan terlebih dahulu baru kemudian virusnya? Mungkin teori ini sedikit tidak masuk akal karena belum ‘ada’ yang membenarkan. Tetapi, konsep ini sebenarnya nyata dan kita pura-pura tidak tahu saja. Antivirus diciptakan untuk menghalau virus. Nah, begitu virus mati barulah antivirus itu dijual.

Jadi, teori konspirasinya, orang yang menciptakan virus mencoba terlebih dahulu dalam penelitian panjang dan habiskan banyak uang. Virus ini kemudian disuntik antivirus. Berkali-kali sampai berhasil mati. Jika belum berhasil, dicoba lagi percobaan lain agar virus ini ada obatnya. Sebelum antivirus ditemukan, sebuah virus tidak akan ‘diluncurkan’ ke permukaan. Saat virus sudah ada antivirus maka virus tersebut langsung disebar.

Covid-19 Virus yang Dibuat Manusia?

Bagaimana ini terjadi? Mudah saja. Virus yang sudah ada antivirus itu disebar ke mana-mana, didiamkan terlebih dahulu sampai terjangkit bahkan membunuh massal. Jika sudah berhasil membunuh, merugikan dan ‘menggoyang’ perekonomian suatu negara, maka antivirus perlahan-lahan akan diluncurkan. Kenapa perlahan-lahan? Kenapa nggak sekalian saja demi kemanusiaan?

Tidak ada ‘kemanusiaan’ dalam bisnis. Uang tetap uang. Bisnis tetap nomor satu. Antivirus yang dijual dalam jumlah sedikit tentu dengan harga mahal, karena persediaan terbatas. Banyak orang memburu, membeli, sampai membunuh agar bisa mendapatkannya. Setahun dua tahun dengan siklus yang sama, balik modal, atau mendapatkan keuntungan berkali lipat. Barulah dijual seperti kita membeli Paracetamol; dengan mudahnya.

Virus Corona Covid-19 yang dimulai dari Wuhan, China, akhir 2019, juga mengundang teori konspirasi yang cukup panjang sekali. Sebutan teori konspirasi karena tidak ada yang benar dan salah dalam hal ini. Semua orang mengambil keuntungan dengan menyalahkan orang lain dan membenarkan orang lain.

Baca Juga:

Covid-19 yang menyerang pernapasan membuat banyak orang ketakutan. Di mana-mana orang mulai menerapkan gaya hidup sehat. Masker menjadi gaya hidup orang yang ingin terhindar dari penyakit ini. Jarak dengan orang-orang dari 1 meter sampai 4 meter. Silaturahmi hancur berkeping-keping karena virus ini.

Seruan untuk lockdown atau karantina wilayah dari pihak-pihak yang berkepentingan. Perekonomian berantakan dengan ditandai PHK di mana-mana. Orang-orang kemudian ‘mati’ kelaparan bukan karena virus datang akibat pemerintah mementingkan politik dibandingkan rakyat sendiri. Mungkin juga penguasa memiliki kepentingan agar kaya raya dan lupa sama Tuhan.

Pengakuan Siti Fadilah, Mantan Menkes RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: