Covid-19 Virus yang Dibuat Manusia? Ini Bukti Orang Amerika Terlibat Teori Konspirasi Corona

Laporan ,
Covid-19 Virus yang Dibuat Manusia
Covid-19 Virus yang Dibuat Manusia

Teori konspirasi pertama, bisa jadi Bill Gates ingin meraih popularitas lebih tinggi dalam kepentingan kemanusiaan ini. Dalam tujuan pemilihan presiden Amerika Sekitat beberapa waktu ke depan. Jika vaksin Bill Gates berhasil dibuat, Amerika dan bahkan dunia tergantung kepadanya, maka kepemimpinan negeri adidaya akan diraihnya, apakah Bill Gates sendiri atau Melinda Gates.

Ini waktu yang akan menjawab. Jika vaksin Bill Gates gagal, maka tutup mulut yang pasti seperti dalam drama, “US$ 300 murni kemanusiaan” atau “Bill Gates tidak benar mengeluarkan dana sebesar itu,” maka orang akan lupa.

Teori konspirasi kedua, sama seperti tujuan awal kemunculan Bill and Melinda Gates Foundation, semua kepentingan politik tidak ada di sini, cuma kemanusiaan saja. Artinya, dana pengembangan US$ 300 itu adalah murni untuk membantu kesembuhan umat manusia di dunia. Ini akan mirip dengan bagi-bagi beasiswa atau pengadaan obat-obatan di negara-negara berkembang oleh organisasi sosial mereka.

Baca Juga:

Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Covid- 19 Jelang Pilkada 2020

Namun, sekali lagi, inilah teori konspirasi yang semua orang butuh kepentingan. Bill Gates disebut mengembangkan vaksin Covid-19 berbasis teknologi digital. Di mana, Bill Gates akan ‘memantau’ aktivitas warga dunia untuk kepentingannya, kepentingan perusahaan, bahkan kepentingan bisnis.

Vaksin yang dikembangkan Bill Gates berupa microchip yang akan ditanam sebagai alat pelacak. Dengan begitu, tidak akan ada lagi kehidupan penuh privasi ke depannya jika benar vaksin ini berlaku. Masyarakat dunia dibuat terinfeksi ‘semua’ Covid-19 lalu disuntik vaksin Bill Gates, maka semua database dari alam manusia akan tersimpan di sever ‘hanya’ Bill Gates saja yang tahu.

Benar-benar dalam film fiksi ilmiah bukan? Tidak ada yang mustahil kalau melihat Google maupun Facebook yang gagal merahasiakan data konsumen. Bahkan, akhir-akhir ini Tokopedia, Bukalapak bahkan situs KPU disebut telah diretas dengan jutaan data masyarakat Indonesia bocor untuk kepentingan politik luar negeri.

Covid-19 Siapa Atas Kepentingan Siapa?

Dengan semangatnya Bill Gates dalam mengembangkan vaksin Covid-19, kemungkinan apapun bisa terjadi. Kita hanya menunggu waktu dan kapan semua ini berlaku. Bill Gates punya kepentingan yang kita tidak tahu – sebelum pemilihan presiden Amerika Serikat. WHO jelas memiliki kepentingan yang tak lain menjual obat – vaksin – ke negara-negara berdampak dalam harga mahal agar organisasi berkembang baik.

Wuhan (China) bisa saja jadi kambing hitam atau malah memang mereka yang bandel setelah makan kelelawar yang diharamkan dalam al-Quran. Amerika Serikat dengan kedekatannya dengan Israel bisa menyimpan misteri awut-awutan agar negara mereka tidak lagi miskin. Amerika Serikat mau merampas apa saja asalkan negara mereka tetap berkuasa dengan WHO dibawah tangan, orang-orang kaya berkuasa dengan teknologi, dan menekan negara lain agar tunduk kepada mereka meskipun suatu negara itu mampu berdiri sendiri.

Baca Juga:
Covid-19 Harga Ikan tetap Normal di Meulaboh

Kapan pandemi Covid-19 akan berhasil? Kita tidak tahu. Seperti yang saya sebut di atas, jika virus ini dibuat, pura-pura dulu mengembangkan vaksin, kalau sudah terjadi ‘pembunuhan’ massal baru dikeluarkan sedikit demi sedikit dengan harga mahal. Pada saat kondisi sudah normal, vaksin ini akan mudah ditemukan di mana-mana. Maka akan terkenal orang yang menemukan vaksin ini. Apakah Bill Gates, Wuhan, Amerika, Israel, atau Indonesia itu sendiri.

Nama terakhir barangkali masuk dalam pengecualian. Pengalaman dari Siti Fadilah, dibungkam, pembunuhan karakter, setelah membuat flu burung – yang diciptakan juga – merugikan WHO dan tokoh bahkan negara lain yang sudah atau sedang mengembangkan vaksin kala itu.

Gagal di flu burung masuklah fase Covid-19 atau Corona. Mau penamaan apa saja, intinya kita telah kalah. Kita sendiri yang membuatkan pebisnis terus kaya, penguasa tidak peduli terhadap rakyat, dan keresahan di mana-mana; yang tak boleh lupa umat beragama telah jauh dari Tuhan-nya.

Kita hanya mampu menunggu. Selama itu, hanya ada dua pilihan. Mati kelaparan atau menanti Virus Corona Covid-19 menyerang!

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!