Demi Cari Generasi Tangguh, AI Sosialisasi KTR di Nagan Raya

Laporan ,
Sosialisasi KTR
Pelajar yang Mengikuti Sosialisasi KTR di Nagan Raya | Ist

Bimcmedia.com, Suka Makmue, : The Aceh Institute (AI) kembali menggelar kegiatan roadshow Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Nagan Raya seperti yang telah diatur dalam Qanun No. 3 tahun 2015. Salah satu yang menjadi target roadshow itu adalah kaum millenials atau kelompok remaja yang saat ini sedang bersekolah di Sekolah jenjang Menengah Atas, seperti : SMA, SMK atau MAN. Sabtu, (22 /01/ 2022)

Dalam sebuah keterangan Press rilis yang dikirimkan kepada salah satu pewarta bimcmedia.com, Menerangkan bahwasanya " AI bersama Pegiat ONSTAR melakukan sosialisasi KTR kepada siswa-siswi MAN Nagan Raya yang berlokasi di Keude Simpang, Kec. Seunagan, Nagan Raya. Sosialisasi berlangsung di halaman sekolah yang diikuti oleh 350 lebih siswa-siswi sekolah tersebut.

Sosialisasi ini diisi secara santai dan kreatif oleh dua pemateri. Pemateri pertama adalah Musrafiyan, Alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, yang adalah juga Duta KTR Aceh binaan AI. Dalam paparannya Musrafiyan bercerita tentang kiat sukses pelajar dan mahasiswa dalam menempuh pendidikan, salah satunya adalah dengan menjauhkan diri dari kebiasaan buruk yaitu merokok.

“Merokok itu sudah pasti merusak kesehatan dan merusak konsentrasi belajar. Banyak mahasiswa atau pelajar yang merokok biasanya nilai mereka juga jeblok dan kebiasaan hidupnya juga tidak menentu dan tidak teratur, tidak focus dan sering lambat dalam menyelesaikan pendidikan” Jelas Musrafiyan yang disambut dengan antusiasme penuh para siswa.

Pemateri kedua adalah Ibu Syarifah Yusnalia, pegiat isu-isu perlindungan anak yang juga tergabung dalam Aliansi ONSTAR, sebuah aliansi yang bergerak mempromosikan kawasan tanpa rokok di Nagan Raya. ONSTAR adalah singkatan dari Orang Nagan Sehat Tanpa Asap Rokok.

Syarifah menekankan peran siswa dalam membantu mengingatkan orang tua di rumah agar merubah kebiasaan dan sikap mereka terhadap rokok.

“Orang yang paling dirugikan dalam kebiasaan ayah merokok di rumah adalah anak-anak dan ibu karena mereka tidak merokok tapi tetap terpapar asap rokok, mereka menjadi perokok pasif, yang ini justru lebih bahaya” Tegas Syarifah

“Mulai sekarang ajak orang tua berhenti merokok, dan bagi yang sudah terpapar pada rokok agar mendatangi klinik berhenti merokok. Sayangi orang tua dengan menghemat kiriman biaya sekolah. Simpan uang beli rokok itu dan alihkan untuk membeli buku atau alat-alat pendidikan lain” arahan Syarifah lebih lanjut.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga pukul 09.00 itu juga diisi dengan pembagian stiker sosialiasi KTR kepada seluruh siswa, dan foto bareng antar kelas dan penyerahan spanduk alat peraga advokasi untuk ditampilkan di tempat-tempat publik.

Dalam catatan penutupnya, Direktur Eksekutif AI, Fajran Zain, menghimbau seluruh siswa-siswa dan para guru untuk ikut membantu mensosialisasikan muatan Qanun tentang KTR kepada keluarga dan lingkaran pertemanan masing-masing, disamping juga menyampaikan beberapa catatan motivasi sukses meraih kursi perguruan tinggi

“Kalian semua adalah pemilik Nagan masa depan, maka jadilah generasi tangguh, salah satunya adalah dengan menjauhi rokok dan kebiasaan merokok, karena rokok adalah juga pintu masuk kepada narkoba” Tutup Fajran ***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!