Demi Kepentingan Rakyat Aceh, IMAPA Dukung Proyek Multiyears

bimcmedia.com, meulaboh; Ikatan Mahasiswa Pemuda Aceh (IMAPA) Dukung Proyek Multiyears ( proyek tahun jamak ) tahun 2020-2022. Rabu (07/10/2020).

Mudasir selaku ketua umum Ikatan Mahasiswa Pemuda Aceh (IMAPA)/bimcmedia.com/Foto : AMD

Mudasir selaku ketua umum Ikatan Mahasiswa Pemuda Aceh ( IMAPA ) kepada bimcmedia.com mengatakan mendukung Proyek Multiyears (proyek tahun jamak) pembangunan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat aceh khususnya bagi masyarakat pedalaman.

Plt gubernur aceh Ir. Nova Iriansyah, MT  punya alasan tersendiri dalam melanjutkan pembangunan tersebut khususnya demi kepentingan rakyat Aceh, terutama masyarakat yang berada di daerah pedalaman.

Lanjut KETUM IMAPA Mudasir Pemerintah aceh mengesahkan proyek tahun jamak (multiyears) tahun 2020 -2022, Pembangunan 12 ruas jalan, yang masuk dalam proyek  terus dilanjutkan oleh Pemerintah Aceh.

Pembatalan proyek tahun jamak (multiyears) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah menyakiti hati rakyat aceh, disini bisa kita lihat bahwa DPRA tidak memihak sama sekali kepada rakyat aceh untuk meningkatkan Perekonomian rakyat yang ada di Provinsi Aceh.

Seharusnya DPRA menjadi garda terdepan dalam menyampaikan aspirasi rakyat aceh, dan fungsi DPRA tetap menjadi pengontrol /mengawasi proses penganggaran dan berjalannya proyek tersebut bukan malah menolak atau membatalkannya karena proyek multiyears atau Pembangunan 12 ruas jalan ini sangat dan sangat di butuhkan oleh masyarakat aceh khususnya masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman.

Sambung mudasir Melihat kondisi jalan kabupaten gayo lues, aceh timur dan aceh tamiang , tentunya masyarakat sangat sepakat bahwa pembangunan infrastruktur terus di lanjutkan bertujuan untuk membebaskan daerah pedalaman dan mempercepat konektivitas di Aceh Dan meningkatkan Hasil Pertanian masyarakat Di Aceh.

Akses jalan yang sangat sulit mengharuskan Plt Gubernur Aceh meninjau langsung ke lokasi jalan yang rusak parah di beberapa titik di aceh tamiang, gayo luwes dan aceh timur

Proyek senilai Rp2,7 triliun itu sebenarnya merupakan kesepakatan bersama DPRA periode 2014-2019 dengan Pemerintah Aceh, tentang pembangunan jalan dan pengawasan proyek multiyears 2020-2022. Kedua belah pihak, eksekutif dan legislatif, berkomitmen dalam penyediaan anggaran APBA selama tiga tahun untuk membiayai 12 proyek infrastruktur yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Mudasir menegaskan supaya polemik DPRA dan Pemerintah Aceh secepatnya di akhiri karena akan berdampak buruk terhadap masyarakat aceh, dan
untuk Proyek Multiyears harus tetap dilanjutkan oleh pemerintah Aceh agar pembangunan infrastruktur terus berkembang dan ekonomi masyarakat akan lebih meningkat,. Tutupnya.

(AMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: