Breaking News

DIDEPAN FORUM KEUCHIK, DIRKRIMUM POLDA ACEH MENGUCAPKAN SYAHADAT

Laporan ,
Perwakilan Forum Persatuan Keuchik (FPK) dan Keluarga Tgk. Janggot bertemu Dirkrimum Polda Aceh Kombes. Sony Sanjaya Selasa (8/12/2020) guna menanyakan perkembangan kasus insiden pendopo Bupati Aceh Barat Februari 2020/Sofyan Suri

bimcmedia.com, Meulaboh - Anggota Forum persaudaraan Keuchik Kabupaten Aceh Barat Senin malam (7/12/2020) bertolak ke Banda Aceh dengan agenda rencana menggelar unjuk rasa di depan Mapolda ke esokan harinya guna menanyakan perkembangan kasus pemukulan Tgk janggot di Pendopo Bupati Aceh Barat selasa (18/2/2020) yang sampai saat ini belum ada tersangka

Ketua Forum Persaudaraan Keuchik (FPK) Aceh Barat Sofyan suri didampingi anggota kepada bimcmedia.com rabu (9/12/2020) Mengatakan tujuan demontrasi di mapolda Aceh batal dilaksanakan karena rombongan disambut langsung oleh Direktur Kriminal Umum dan Dir Intelkam untuk Forum dialogis

" Demo tidak jadi digelar karena Dirkrimum Polda Aceh
Kombes Sony sanjaya bersama Dir Iltelkam menyambut kedatangan Kami dan mengajak Diskusi diruang pertemuannya" jelas Sofyan

Di kesempatan dialog perwakilan peserta Demontrasi berjumlah tujuh orang termasuk dari keluar Tgk. Janggot (korban) dan Saksi Kunci menyampaikan berbagai persoalan dan isu yang berkembang di Aceh Barat terhadap kinerja penyidik polda dalam menagani kasus insiden pendopo Bupati Aceh Barat karena sudah berjalan sepuluh bulan tak ada titik terang. ungkap Sofyan menceritakan ulang

Ketua Persaudaraan keuchik yang juga lawan Bupati Ramli dan memenangkan perkara di Mahkamah Agung terkait pemecatan Keuchik sepihak menambahkan bahwa sambutan Dirkrimum sangat baik dan semua laporan yang disampaikan peserta Forum ditanggapi secara rasional

Yang menarik menurutnya, ketika disampaikan bahwa Masyarakat Aceh Barat sudah curiga dengan kinerja penyidik Polda Aceh dalam menangani kasus Bupati Ramli, banyak isu berkembang bahwa diduga pihak penyidik telah disogok sehingga sampai saat ini kasus tersebut mengambang tanpa kejelasan, menanggapi isu tersebut Dirkrimum Sony Sanjaya memulai jawaban dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

" Assyaduanlaillah ha Illallah Wa Assyahaduanna Muhammad Rasulullah " Ucap Sony diterangkan Sofyan.

Kemudian Sony melanjutkan tanggapan, Kasus yang ditangani selama ini lama karena pejabat harus meminta izin pemeriksaan dari Presiden, namun pihak kepolisian bekerja secara profesional, pihak penyidik juga tidak kenal dengan terlapor, jika alat bukti, petunjuk dan saksi sudah cukup maka segera akan ditetapkan tersangka, janji Sony disampaikan Sofyan

Dipertanyakan kapan kepastian penetapan tersangka oleh Forum Keuchik, Sony berjanji pekan depan sudah ada tersangka

Namun pihak Dirkrimum tidak menyebutkan siapa saja yang akan jadi tersangka, sebab itu melanggar ketentuan, nanti setelah digelar perkara kembali akan diumumkan, asal bukti, petunjuk dan saksi sudah lengkap, maka pekan depan sudah ada tersangka, ulangnya menegaskan

Menurut Sofyan, apa yang disampaikan Sony membuat anggota Forum yakin bahwa penyidik tidak bisa diatur dengan rupiah, apalagi berita betedar akan dihentikan kasus Ramli. Ms, namun yang menjadi harapan bersama pelaku pemukulan harus jadi tersangka serta pihak polda Aceh tidak lagi mengayunkan waktu untuk penerapan tersangka

Dirinya menegaskan, siapa yang akan jadi tersangka tidak boleh diatur oleh siapapun, karena itu semua mesti harus berdasarkan Bukti, petunjuk dan Saksi, kita doakan saja semoga Ramli. Ms yang jadi tersangka utama, mohon bersabar semua yang menanti kasus tersebut, tutup Sofyan

Sementara keponakan Tgk zahizin alias pelapor Mujuburrahman mengaku puas setelah mendengar jawaban Dirkrimum Sony Sanjaya terkait kinerja penyidik selama ini, sebelumnya sempat khawatir sehingga dirinya berfikir bahwa hukum hanya tajam ke bawah tumpul ke atas

Sony berjanji pekan depan sudah ada tersangka, tentu harapan besar keluarga Tgk janggot Bupati Ramli. Ms harus jadi tersangka, karena dia yang dilaporkan ke polisi, muji terlihat yakin bahwa pihak penyidik polda adil dan tidak mampu diatur dengan rupiah, semoga itu benar, tutupnya.

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!