Diduga Qanun Belum Disahkan, Pelaku Khalwat di Aceh Barat Didenda Rp 5 Juta.

Ilustrasi Gambar Qanun secara tertulis | Ist

Bimcmedia.com, Meulaboh : Diduga Qanun Belum Disahkan, Pelaku Khalwat di Aceh Barat Didenda Rp 5 Juta, hal ini diakui oleh

Salah seorang warga Asal Aceh Barat inisial ND (50)

 ND tak terima jika dirinya dikenakan Sanksi Sebesar lima juta rupiah, karena ia menduga kalau Qanun yang di tetapkan atas dirinya itu belum berlaku dan belum di sahkan.

Aturan tersebut tertuang dalam Qanun Gampong No 5 tahun 2022 tentang Khalwat/ Mesum Di Desa Gampa Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat.

"jika saya bersalah Coba tunjukan keberadaan Qanun itu apakah sudah sah atau belum" Kata ND(50) Kamis,(20/7/23).

Ia menjelaskan Pada saat dirinya digerebek oleh warga lantaran di duga melakukan perbuatan Khalwat dengan Perempuan Inisial RJ(40) Juga merupakan Aceh Barat.

Hingga dirinya dan RJ dibawa ke kantor Desa dan di kenakan Denda Sebesar lima juta rupiah,

Padahal, Kata dia Kedatangan RJ kerumah nya Melainkan untuk meminta baju untuk digosok dikarenakan istri ND dalam keadaan kurang sehat selama ini.

"Selama ini RJ memang kerap menemui saya bermacam keperluan yang lain termasuk meminjam peralatan serta pinjam Uang" Tutur ND.

Saat Dikomfirmasi kepada kepala Desa Gampa Zainal Abidin ia membenarkan kalau adanya penggrebekan terhadap satu pasangan di Gampong itu.

"Benar kejadian nya pada Jumat lalu, (12/5/23) sekira pukul 08.30 WIB beberapa warga mendatangi rumah ND karena dicurigai memasukan perempuan kedalam rumah yang berstatus non muhrim" ungkap nya

"Walaupun pada saat itu keduanya ditemukan tidak dalam keadaan telanjang warga tetap mencurigakan karena posisi pintu tertutup dan berduaan didalam rumah" Tandas Zainal.

Kemudian pada saat Wartawan menanyakan keberlakuan qanun tersebut apakah sudah berlaku atau belum Keuchik Gampong Gampa menjelaskan kalau Qanun nya sudah ada namun belum berlaku.

"Qanun nya sudah tapi belum Sah karena belum di tanda tangani oleh Camat" Jelas nya.

Namun ketika Pewarta mencoba menanyakan kembali aturan apa yang ambil oleh Aparatur gampong.

"Aturannya secara lisan yang berlaku di gampong ini" Ucapnya

Pasalnya Zainal menerapkan Sanksi terhadap ND lantaran sudah terburu-buru, agar tidak di ketahui oleh orang banyak.

"karena sudah terburu-buru makanya langsung diputuskan, tujuan nya agar tidak di ketahui orang banyak" Tambah Keuchik.

***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!