DPRA Mengajukan ke Mendagri, Tiga Nama Calon Pj Gubernur Aceh

PJ Gubernur
Wakil DPRA Safaruddin, S.Sos,M.Sp | Sumber Foto : Berita Kini

Bimcmedia.com, Nasional : Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah mengajukan tiga nama calon Pj Gubernur Aceh kepada Tito Karnavian, yang merupakan Menteri Dalam Negeri (Mendaguri).

Penyerahan ketiga nama tersebut dilakukan langsung di kantor Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Jum'at, 24 Juni 2022. Alhasil, masa jabatan Gubernur Bintang Baru tersebut akhirnya akan berakhir pada 5 Juli 2022.

Menindaklanjuti surat tertanggal 14 Juni 2022 dari Menteri Dalam Negeri kepada Ketua DPRA tentang pencalonan calon, pimpinan DPRA memberikan nama ketiga calon tersebut langsung ke jabatan Wakil Gubernur Aceh dan Bertindak sebagai Gubernur Aceh.

Dikutip dalam laman berita serambinews.com, Wakil DPRA Safaruddin, S.Sos,M.S.P, yang dihubungi , menyatakan tiga nama PJ nama Gubernur yang diajukan merupakan nominasi dari fraksi DPRA.

“Tanggal 20 Juni saya bertemu dengan pak Tito, yang merupakan Mendagri” ujarnya.

“Pada rapat ini kami menyampaikan usulan nama-nama calon Wakil Gubernur Aceh yang direkomendasikan DPRA,” jelasnya.

"Ada tiga nama: Indra Iskandar, Safrizar dan Ahmad Marzuki," kata Safardin.

Indra Iskandar, putra Aceh, saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Safrizar ZA, juga putra Ache, saat ini menjabat Direktur Pembinaan Administrasi Daerah (Adwil Kemendagri) Kementerian Dalam Negeri.

Sementara Mayjen TNI Ahmad Marzuki, mantan Panglima Iskandar Muda (IM), menjadi Penguji Khusus Satgas Remhannas sejak 25 Maret 2022.

Menurut Safaruddin, ketiga nama yang diusulkan memenuhi kriteria yang disyaratkan DPRA. Salah satunya bisa bekerja sama dengan DPRA untuk menyelesaikan banyak masalah Aceh.

“Ketiga nama ini penting untuk memenuhi kriteria, karena kami berharap dapat bekerja sama untuk menyelesaikan banyak masalah di sekitar Aceh,” tambahnya.

"Saya berharap ketiga nama ini tidak muncul dalam Perpres yang mengangkat Gubernur Aceh," kata Safaruddin.

“Mereka pasti berbakti dan lebih fokus karena mereka cukup solid dan punya track record yang bagus,” ujarnya.

“Mereka menduduki jabatan di kementerian, sekretaris jenderal, bahkan mantan Panglima IM IM,” tambah Gerindra, politisi dari partai muda di Aceh.

Safaruddin tidak berspekulasi lebih lanjut apakah akan memasukkan nama-nama calon Gubernur Aceh di angkatan darat, termasuk apakah ketiganya tidak dipilih oleh presiden.

Tapi saya rasa ketiga nama ini tidak akan luput dari perhatian,” ujarnya.

Menurut Safaruddin, Mendagri menyambut positif pencalonan calon Gubernur Sementara Aceh yang diajukan DPRA.

"(Mendagri) sependapat dengan kami, tinggal melihat bagaimana akhirnya, dan pertimbangannya ada pada Presiden," kata Safardin.

***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!