DPRK Aceh Barat Kecewa Banyak Alat Medis Tidak Bisa digunakan

bimcmedia.com, Meulaboh : Dua  Pimpinan DPRK Aceh Barat dan  Tim Panitia Khusus.   ( Pansus) Kembali Mendatangi Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSUCND) Meulaboh, Mempertanyakan  Berbagai Persoalan yang belum Tuntas dari hasil pantauan Tim Pansus dalam beberapa hari (Rabu, 10/06/2020)

bimcmedia.com/Pimpinan DPRK Aceh barat Saat Pantau Alat Medis di Rumah Sakit CND Meulaboh/Ramli,SE (Baju Biru Dongker) – H. Kamaruddin, SE (Baju Putih) /Amin

Tim Pansus anggota DPRK tersebut sebanyak delapan orang, yakni Said Riski Saifan (ketua pansus), Medradia Yugistira (wakil ketua); Ahmad Yani (sekretaris); Hermanto (anggota); Nasrudin (anggota); Muhammad MT (anggota), Tarmizi SE (anggota); dan Zulfikar (anggota).

Dalam sidak tersebut Tim Pansus Memeriksa sejumlah alat Kesehat Milik RSUD CND Hasilnya, tim pansus menemukan sejumlah alkes berharga miliaran rupiah seperti Cath Lab, Extracorporeal Shock Wave Lithotrips (ESWL), tak difungsikan.

Ketua Tim Pansus DPRK Aceh Barat, Said  Risqi Saifan kepada Media Mengatakan ” Kami Melihat Beberapa alat medis  dari anggaran tahun 2017, 2018, dan 2019 karena dari alat medis yang sudah  datang dari tahun 2018 sampai saat ini  belum di fungsikan”

” Setelah kita tanyakkan kepada pihak managemen rumah sakit ada beberapa keterangan yang disampaikan akan tetapi beberapa keterangan tersebut tidak singkron dengan keterangan pihak dokter dan yang sangat disayangkan adalah alat medis lebih dulu didatangkan, Sedangkan Sarana, Prasarana dan Tenaga Pendukungnya belum siap SDM-nya sehingga Kedepannya kita perlu duduk kembali dengan pihak Perencana, Pelaksana dan Managemen Rumah Sakit untuk Mempertanyakan Sehingga alat tersebut tidak terkesan Mubasir, Setelah Kita Menghambur uang Daerah Begitu Banyak Tidak ada manfaatnya bagi Masyarakat ”  Tambahnya

“Alat – alat medis tersebut tidak bisa digunakan akibat dari Tenaga SOP yang Belum siap,  tapi alatnya sudah ada seperti alat jantung dan alat pemecah batu ginjal belum bisa digunakan ditambah fasilitas tiap-tiap ruangan belum rampuh dan Dicurigai Pengadaan alat-alat medi di tahun 2018 seperti alat ronsen, alat cuci darah, maka dari itu kami meminta pihak dari managemen rumah sakit untuk memberikan kontrak-kontrak yang ada akan kami pelajari dan akan mengecek kembali kepada penyedia dengan memastikan alat-alat yang dibeli sesuai dengan spek ketentuan yang berlaku sehingga kita dapat mengetahui alat yang dipesan asli atau palsu ” sebutnya

Sementara itu Dr Marwan Spesialis Jantung Rumah Sakit Cut Nyak Dhien  dalam sesi diskusinya mengatakan ” Ini Semua Banyak Faktor dan ini merupakan salah satu Syarat untuk verifikasi BPJS harus ada alat trepmil, dulu masa dr Akbar sudah ada alat trepmil, akan tetapi alatnya sudah rusak dan dirumah  sakit ini alat tersebut tidak ada  dan dengan difungsikan ruang operator maka alat tredmill harus ada”

” Saya Sebagai dokter Sangat menginginkan sebuah ruang rawat khusus ketika saya bekerja, tapi untuk pengadaan alat ini dan ruangan ini, dan yang sangat di sayangkan alatnya sudah ada , SDM udah ada kenapa tidak difungsikan, yang menjadikan kendala ada ruangannya dan mengharapkan dewan dapat membantu Semua cepat di fungsikan” tutupnya

(AN)

Aminnullah

Hidup adalah Simpel Dimana Teman Merupakan ASET Terbesar dan Juga Bisa Menjadi Musuh dalam Selimut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: