Forum Persaudaraan Keuchik Minta PT. PAAL Segera Angkat Kaki dari Aceh Barat

bimcmedia.com, Meulaboh : Terkait persoalan PT PAAL dengan masyarakat yang selama ini konflik lahan sudah beberapa kali di mediasi oleh pemerintah kabupaten Aceh Barat, baik melalui Dinas terkait maupun lewat lembaga DPRK namun sampai saat ini belum ada titik terang.

Ketua Forum Persaudaraan Keuchik (FPK) Sofyan Suri/Ist

Dalam hal tersebut sangat disesalkan
dan belum hilang ingatan terkait dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PT PAAL dengan Masyarakat Gampong Napai dan desa Blang luah kacamata Woyla Barat yang sempat memanas dalam ruang sidang ketika dimediasi oleh DPRK Aceh Barat, demikian disampaikan Ketua Forum Persaudaraan Keuchik (FPK) Sofyan Suri kepada bimcmedia.com Sabtu (03/10/2020).

tentunya kami atas nama FPK sangat berterimakasih dan memberikan Apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap anggota DPRK Aceh Barat atas sikapnya yang sangat berpihak kepada Masyarakat. Ucapnya

“Adapun sikap kami atas nama FPK Aceh Barat lebih baik PT Paal segera angkat kaki dari Aceh Barat”tegasnya

Menurut ketua FPK yang pernah menang melawan Bupati di Mahkamah Agung kasus Pemecatan Keuchik, berdasarkan pengamatan kami dilapangan, terlalu banyak persoalan yang timbul di Masyarakat selama PT PAAL ada di Aceh Barat.

Diantara persoalan yang timbul selama ini Tahun 2019 ada warga yang harus mendekam di penjara gara gara berurusan dengan PT PAAL, kemudian dari pertama masuk sampai dengan sekarang Perusahaan tersebut selalu dihadapkan dengan persoalan penyerobotan lahan Warga dengan alasan HGU, jelasnya

“Sebenarnya dalam ketentuan Hak Guna Usaha bahwa HGU dapat di perbaiki kembali apa bila terdapat kekeliruan dikemudian hari” ungkapnya

Nah dalam hal ini kami juga ingin menanyakan terkait dengan MoU Atara PT PAAL dengan PEMKAB Aceh Barat yang salah satu poin di sebutkan bahwa hasilnya 60% untuk perusahaan, 20% untuk Pemda dan 20% untuk Masyarakat, kesepakatan tersebut sampai saat ini tidak ada kejelasan sama sekali.ujarnya kecewa

PT PAAL l juga tidak jelas dana CSR nya, ini adalah waktu yang tepat untuk Perusahaan Sawit itu untuk segera angkat kaki dari Aceh Barat.harapnya

Jika persoalan ini tidak selesai maka kami akan melakukan mobilisasi masa untuk memblokir seluruh aktivitas di PT PAALagar nanti ketahuan pabila ada oknum yang sudah mendapatkan setoran atau kerja sama dengan Mereka selama ini sehingga untuk menkndas Masyarakat. tutupnya.

(FL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: