GARDA Indonesia dan JPA Gagas Gerakan 10.000

Bimcmedia.com, Meulaboh : Gerakan Relawan Rumah Dhuafa (GARDA) Indonesia sepakat menjalin kerjasama bidang kemanusiaan bersama Jaringan Peduli Aceh (JPA). ( Rabu,02/09/2020)

Keterangan : Kiri Aduwina Pakeh  Inisiator Garda Indonesia kanan Imam Nugroho Koordinator JPA Wil.Aceh

JPA adalah sebuah lembaga yang fokus pada program jaminan kesehatan, kecelakaan dan kematian. JPA ini digagas bagi mereka yang pendapatan harian nya seperti buruh lepas, pedagang kecil, dan pekerja home industry juga terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat Aceh lain nya ketika mereka dirawat di rumah sakit, mereka akan mendapat santunan yang bisa membantu  keluarga mereka.

Keputusan kerjasama ini dihasilkan setelah kedua pihak memahami konsep dan tujuan dari masing-masing lembaga. JPA fokus pada penanganan jaminan kesehatan bagi masyarakat, sementara GARDA Indonesia fokus pada usaha membantu kaum dhuafa. Keduanya sama-sama berjuang dan berusaha untuk membantu masyarakat kelas ekonomi lemah.

Inisiator GARDA Indonesia, Aduwina Pakeh, M.Sc kepada Bimcmedia.com mengatakan “Gerakan ini berusaha menciptakan komunitas relawan sekaligus berperan sebagai donatur tetap dengan menyisihkan donasi sebesar 10.000 rupiah perbulan/orang. Gerakan ini bersifat independen dan bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang status sosial, ekonomi, politik, agama, ras, suku dan tanpa batasan usia”. Jelasanya

Menurut Aduwina, dalam gerakan ini, filosofi mereka bukan pada banyaknya jumlah donasi akan tetapi targetnya adalah banyaknya orang yang ikut berpartisipasi sebagai donatur/donasi

“Nilai banyak belum tentu bisa berkelanjutan, harapan kami dengan nilai donasi 10.000/bulan itu bisa berterusan selamanya, jika ingin meningkatkan jumlah donasi, tinggal diikutkan anggota keluarganya yang lain baik istri, suami, anak, orang tua, adik kakak, bahkan bisa diniatkan sedekah untuk anggota keluarga yang sudah duluan menghadap Sang Khaliq. #Gerakan10000 ini juga sebagai media pembelajaran bagi generasi muda Indonesia untuk berbagi sesama kepada orang yang membutuhkan.” Jelas aduwina yang juga Dosen Sosiologi di Universitas Teuku Umar ini.

Dengan adanya dukungan dan kerjasama dengan JPA, Aduwina berharap gagasannya berupa #Gerakan10000 itu bisa tersampaikan ke seluruh anggota JPA yang mencapai ribuan anggota yang tersebar diseluruh Aceh.

Sementara itu, Imam Nugroho, SE.Ak selaku Koordinator JPA Wil.Aceh menyambut baik hasil kesepakatan ini, ia berharap kedua lembaga dapat berkolaborasi nantinya di lapangan dalam usaha membantu masyarakat. “Seluruh jaringan kita akan dikoneksikan dengan GARDA Indonesia lewat #Gerakan10000, dengan harapan semoga semakin banyak kaum dhuafa dapat terbantu, khususnya dalam memenuhi layanan dasar seperti rumah layak huni.” Ucap Imam Nugroho

Sementara Imam juga menjelaskan JPA hadir melengkapi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang sebelumnya program tersebut hadir dari pemerintah yang telah memberikan mengobatan secara gratis.

Imam Nugroho menyampaikan jika masyarakat sudah masuk program JPA, maka selama sakit dan di rawat, keluarga anggota JPA akan mendapatkan bantuan santunan tunai Rp100.000 per hari sebagai pengganti penghasilannya karena sakit. “Insya Allah ini bisa membantu pihak keluarga baik untuk kehidupan sehari-hari atau operasional selama menjaga dan merawat keluarga di rumah sakit,” ujar Imam.

Imam juga menyampaikan selain mendapatkan dana saat merawat orang sakit JPA juga akan memberikan santunan lainnya pada saat menjalani operasi, cacat karena kecelakaan dan meninggal dunia. “Selain mendapatkan santunan Rp100.000 per hari sebagai pengganti penghasilan selama sakit, JPA juga akan memberi bantuan  jika harus menjalani operasi dan  jika cacat dikarenakan kecelakaan serta  jika meninggal dunia,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Imam jika sedang bekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, program ini juga memberikan bantuan berupa uang cash sebagai bantuan modal usaha untk keluarga yang ditinggalkan.

“Selain berlaku di Aceh, JPA juga bisa dipakai di seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) se-Indonesia baik swasta maupun pemerintah, artinya ketika warga aceh harus dirujuk ke luar daerah Aceh santunannya akan tetap bisa dapat,” ujar Imam.

Imam Nugroho dan Aduwina Pakeh sama-sama mengajak masyarakat, terutama di kalangan milenial untuk ikut peduli sesama, terutama ditengah Pandemi Covid-19 ini banyak warga yang kehilangan pekerjaannya, kesulitan akses ekonomi dan beragam masalah lainnya yang dihadapi masyarakat. “Kontribusi kita sangat dibutuhkan, meskipun nilainya kecil.” Jelas Imam yang dibenarkan Aduwina.

Bagi warga Aceh yang ingin bergabung menjadi donatur tetap 10.000/bulan untuk bantu dhuafa, silahkan hubungi WA 082166725955 (Aduwina Pakeh) dan juga yang ingin mendaftar sebagai anggota JPA dapat menghubungi Imam Nugroho di nomor WA 085270107005. (AP).

(Redaksi/RL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: