Breaking News

Gawat, Potongan Ayat Alquran Muncul di Komik Terbaru Amerika

Laporan ,

bimcmedia.com, Hiburan - Minggu ini, tidak hanya Indonesia yang heboh namun juga dunia. Komik terbitan Marvel telah dirilis dengan judul X-Men Gold #1.

Terdapat komikus asal Tulungagung Indonesia, Ardian Syaf ikut terlibat dalam pembuatan komik ini. Perhatian itu tertuju kepada salah seorang tokoh, anggota X-Men memakai kostum baseball dengan ‘nomor’ punggung QS 5:51.

Warga maya langsung mengacu kepada isu yang sempat beredar di Indonesia yaitu penistaan agama yang dilakukan salah seorang tokoh yang menyangkut dengan QS. Al-Maidah ayat 5.

Tidak hanya berhenti sampai di sini, sang komikus juga membubuhkan angka 212 pada salah satu toko yang menegaskan isu lain yang sempat heboh di Indonesia.

Dikutip dari detik.com (10/4/2020), komikus ini juga membubuhkan beberapa hal-hal lain seperti soto ayam, nasi padang, Rangda (ratu dari para leak dalam mitologi Bali), Monas, Harimau Bali, Pulau Terlambang, sampai bahasa Indonesia.

Satu sisi tentu saja menarik karena nama Indonesia semakin dikenal luas, namun di sisi lain ada bagian yang patut diperhatikan. Apa maksud terselubung dari komikus saat membubuhkan ‘ikon-ikon’ krusial ini?

Apakah untuk cari sensasi?

Sensasi selalu menjadi petaka bagi siapa saja yang menopang suatu isu. Begitu juga dengan pembuatan komik ini. Entah benar mencari sensasi atau bukan namun yang pasti komikus dimaksud telah bermain dengan isu-isu yang sempat sangat heboh di Indonesia.

Bahkan, isu QS. Al-Maidah ayat 5 ini pun masih menjadi perdebatan panjang sampai sejauh ini. Barangkali, penulis mengambil situasi ini untuk menaikkan nilai jual komik karena telah menyangkut dengan isu terhebat dan sering diberitakan.

Pembaca akan penasaran bagaimana kelanjutan kisah ini dalam komik dan berbagai rasa penasaran lain.

Apakah agar komik laku?

Jika telah menyangkut dengan sesuatu yang sensitif maka ia akan meledak. Komik telah menjadi bagian yang sulit sekali dijangkau untuk diperjual-belikan.

Alasan yang pasti karena orang bisa mendownload, bisa membaca gratis bahkan telah lupa akan komik karena film lebih menarik.

Dengan menautkan isu-isu sensitif, dipercaya bahwa komik dimaksud akan mudah laku dipasaran, terlepas dari bagaimana interaksi pembaca dengan alur cerita yang ditulis.

Apakah untuk membuat namanya dikenal?

Terkenal seseorang karena dua cara, baik dan tidak baik. Ada orang yang mudah saja melambungkan nama karena usaha keras dan ide brilian sebut saja penulis-penulis beken Indonesia dan dunia.

Ada pula yang menaikkan pamornya dengan cara tikungan tajam, artinya memilih jalur tak biasa agar mudah dikenal.

Mungkin ini berlaku pada komik terbaru dari Marvel ini. Komik meledak (jika pun tidak laku keras) maka penulis telah dikenal karena isu-isu sensitif tadi.

Nah, apapun pilihan yang diambil semua kembali kepada keputusan pembaca mau menerima atau tidak.

Baik dan tidak baik segala sesuatu dinilai dari sudut pandang orang dimaksud. Anda telah menentukan pilihan? Maka ke situlah muara itu ditepikan!

Komentar

Loading...