Breaking News

Gelar Konferensi Internasional ICISSS 2020, Dayah RUMI Hadirkan 7 Profesor

Brosur Konferensi Internasional Dari Dayah RUMI/bimcmedia.com/Ist

bimcmedia.com : Pondok Pesantren dari Dayah RUMI (Raudhatul Ulum Munirul Islam) Aceh Barat akan menggelar konferensi internasional dalam bidang studi Islam dan ilmu sosial atau International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (ICISSS). Kegiatan tersebut akan diadakan pada hari selasa, 10 November 2020 yang dilakukan secara virtual dan terbuka untuk umum.

Tgk. Nasir, salah satu panitia ICISSS 2020  kepada bimcmedia.com mengatakan ada 7 Profesor dari Indonesia dan Malaysia yang akan menjadi narasumber utama di konferensi ini. “Hampir 1000 peserta dari berbagai negara telah mendaftar melalui web www.conference.rumi.my.id untuk mengikuti konferensi international yang diadakan secara virtual ini, yang terbanyak dari Indonesia dan Malaysia. Karena banyaknya peserta yang mendaftar, kami juga membuat live streaming di Chanel YouTube Pondok Pesantren RUMI agar semua peserta dapat mengikuti acara ini.” Jelasnya.

Sementara itu Pendiri Dayah RUMI, Tgk Rahmat Saputra mengatakan “Visi besar kami adalah untuk mensyiarkan kembali Aceh sebagai Serambi Mekkah, sebagai salah satu pusat pendidikan Islam. Karena itu sinergitas antara pendidikan Dayah dan perguruan tinggi sangat dibutuhkan. Di masa dahulu, Aceh dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam, banyak pelajar dari mancanegara yang belajar ke Aceh. Namun sekarang kami melihat justru banyak pelajar international yang belajar Agama ke negeri tetangga." Terangnya

Konferensi internasional ini diharapkan dapat membuat Aceh semakin dikenal oleh masyarakat internasional sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang diperhitungkan, sebagaimana yang berlaku ratusan tahun lalu. Menurut Tgk Rahmat, banyaknya perguruan tinggi Islam di negeri tetangga yang masuk ke dalam World Class University menjadi daya tarik pelajar mancanegara untuk belajar di negeri tersebut.

“Kita mungkin sedikit terlambat dalam masalah itu, pendidikan Dayah dan perguruan tinggi kita belum begitu dikenal oleh pelajar internasional. Sinergi antara Dayah dan Perguruan Tinggi Islam harus terus ditingkatkan, termasuk dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital agar kita dapat menarik minat pelajar international datang ke Aceh.” Tambah alumni Dayah DHI & Ma’had Aly Pesantren Situbondo ini.

Lanjut Panitia ICISSS lainnya, Tgk. Najamul Wathan mengatakan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan oleh Pondok Pesantren yang ada di Indonesia, sehingga dengan banyaknya kegiatan konferensi internasional seperti ini, akan menjadikan pendidikan Pesantren terus dikenal & maju sesuai zamannya.

Selanjutnya Tgk Giyanto menambahkan “Aceh terkenal dengan syariat Islamnya. Penguatan tentang syiar harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Acara betaraf internasional seperti ini perlu kita dukung bersama untuk menduniakan Dayah-dayah di Aceh dimata dunia.” Tutupnya.

---

(Redaksi/RL)

Komentar

Loading...