Gelar RDP Dikantor DPR bersama PT.Mifa Bersaudara Permasalahan Debu Tak Kunjung Selesai

Pt mifa bersaudara
Bimcmedia.com | Rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Barat dan beberapa dinas terkait, persolan debu bara masih menjadi keluhan masayarakat Desa Peunaga Cut | Foto: Banta Sulaiman

Bimcmedia.com, Meulaboh : Pantia Khusus (Pansus) dampak tambang Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat Peunaga Cut Ujong, aliansi masyarakat Krueng Tujoh,  PT. Mifa Bersaudara serta, Senin, 11 /04/ 2022. RDP Dikantor DPR bersama PT.Mifa Bersaudara permasalahan debu takunjung selesai

Rapat Dengan Pendapat (RDP) tersebut membahas persoalan dampak kerusakan lingkungan atas hadirnya tambang Mifa  Bersaudara di wilayah pemukiman masyarakat di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo dan perwakilan aliansi masyarakat Krueng Tujoh.

Dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Barat dan beberapa dinas terkait, persolan debu bara  masih menjadi keluhan masyarakat Desa Peunaga Cut Ujong.

Perwakilan masyarkat Peunaga Cut Ujong, T. Nasir dalam forum tersebut menyampaikan agar PT. Mifa Bersaudara serius dalam melakukan penanganan debu tersebut, pihaknya tidak mengharapkan pembebasan lahan masyarakat oleh PT. Mifa Bersaudara, akan tetapi bagaimana pihak perusahaan bisa mengatasi persoalan debu batu bara,sebab dampak debu batu bara itu dirasakan langsung  anaknya yang mengalami sesak nafas.

"Kami disini bukan untuk mengemis pak, kami hanya minta tuntaskan persoalan debu batu bara, Anak saya mengalami sesak nafas, Alhamdulilah sekarang sudah sebuh" ujar nasir dalam RDP besama DPRK Aceh Barat

Selain itu, Ketua Umum Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan  (SOMBEP) Aceh Barat juga sempat mempertanyakan kepada pihak PT. Mifta Bersaudara yang sudah menyepakati atau menandatangani  tujuh tuntutan saat aksi  kemarin pada Selasa 29/3/2022 apakah sudah dijalankan semua permasalahannya.

Sambungnya, Sampai saat ini belom ada kejelasan dalam menangani hal-hal pada janjinya dalam 2 Minggu akan diselesaikan segera, dalan penyampaian pihak PT. Mifta tadi belom ada kepastian dan jawabannya pun masih ngambang dan menurutnya ini seolah di permainkan istilahnya diremehkan permasalahan debu ini. Jelasnya ketua SOMBEP Aceh Barat

Kemudian, Ketua pansus DPRK Aceh Barat Ahmad Yani mengatakan pada awak media ini, sebetulnya ada  penyiraman dijalan namun tidak efektif di jalankan oleh pihak PT.Mifa Bersaudara tersebut maka kami ke depan akan  merekomendasikan atau merekomendasikan secara resmi untuk mengunakan kimkal.

" Kami akan turun lagi setelah bulan suci Ramadhan, namun kami  untuk sementara ini kami menunda sementara waktu proses periksa untuk PT Mifa Bersaudara bahkan ada beberapa pertambangan lainnya seperti megalanik dan beberapa perusahaan yang ada di Aceh Barat." Jelasnya

H.kamaruddin wakil ll DPRK Aceh Barat , juga mengatakan dewan merasa kecewa dengan pihak perwakilan PT. Mifa Bersaudara yang hadir, menurutnya yang di undang pada RDP itu ialah pimpinan perusahan yang mampu mengambil kebijakan atau putusan dalam penyelesaian persoalan.

"Hari ini rapat RDP, maka kami sampaikan apa yang perlu di bicarakan maka dengan rekomendasi ini, maka jika suatu saat tidak hadir pihak petinggi di perusahaan PT.Mifa Bersaudara ini maka jangan salahkan DPR  nanti saat menyampaikan rekomendasi memberatkan PT.Mifa Bersaudara, apa bila tidak hadi di rapat RPP selanjutnya" tegas H. Kamaruddin S.E ***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!