Gerakan 10.000 Rumah Dhuafa di Sosialisasikan

Bimcmedia.com, Meulaboh : Gerakan Relawan Rumah Dhuafa (GARDA) Indonesia bersama Jaringan Peduli Aceh (JPA) menggelar sosialisasi dan tetap mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi covid 19 #Gerakan10000 di Dayah Terpadu Zainatul Ulum Diniyah Islamiyah (Dayah ZUDI), Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo Aceh Barat. (Kamis, 03/09/2020).

Keterangan : Garda Indonesia dan JPA Bangun Kerja Sama dengan Dayah Zudi/Ist

Hadir dalam acara tersebut adalah Koordinator GARDA Indonesia, Aduwina Pakeh, M. Sc didampingi Koordinator JPA Imam Nugroho, SE.Ak. Mereka disambut oleh pimpinan Dayah ZUDI, Tgk. H. Kahirul Azhar, S.Ag., MA dan segenap dewan guru.

Pada kesempatan itu, Aduwina Pakeh mengucapkan terimakasih atas kesempatan dan kesediaan Pimpinan dan dewan Guru Dayah ZUDI menerima mereka untuk melakukan sosialisasi program #Gerakan10000 untuk membantu kaum dhuafa.

Aduwina kepada media ini menuturkan pada kesempatan singkat tersebut, dihadapan seluruh dewan guru dan para santri, kami menjelaskan maksud dan tujuan dari gerakan ini.

“Gerakan ini lahir dari sikap keprihatinan dan kepedulian para pemuda di Aceh Barat terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya masih ditemukannya rumah ara dhuafa yang tidak layak huni.” Jelasnya

Atas dasar itu, kami berinisiatif untuk bergerak dan mengajak partisipasi masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong membantu bagi yang membutuhkan dengan cara mendonasikan dana 10.000 rupiah setiap bulannya, atau menjadi donatur tetap 10.000/bulan bagi peserta yang bergabung. Gerakan ini bersifat independen dan bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, politik, agama, suku bangsa dan tanpa batasan usia. Lanjut Aduwina Pakeh yang juga Dosen Universitas Teuku Umar ini.

Kami mengajak para dewan guru dan santri untuk bergabung bersama dalam #Gerakan10000. Khusus untuk santri, gerakan ini merupakan sebuah pembelajaran bagi mereka untuk ikut peduli kepada sesama semenjak usia dini.

“Tidak perlu ada tambahan beban dana yang harus dipikirkan oleh orangtua, namun cukup ananda sisihkan uang jajan 10.000 rupiah perbulan atau 2500 rupiah perminggu. Dengan begitu ananda semua sudah bisa berpartisipasi dan menjadi donatur tetap dalam gerakan ini.” Tambah Aduwina

Syukur Alhamdulillah, dukungan penuh ditunjukkan oleh pimpinan dan segenap dewan guru serta para santri Dayah Zudi dengan serta merta ikut bergabung bersama menjadi donatur tetap di #Gerakan10000. Untuk tahap pertama, selain pimpinan Waled Khairul yang menyerahkan donasi langsung untuk 12 bulan mendatang (120.000 rupiah), juga diikuti oleh 12 dewan guru dan 3 orang santri.

Sementara itu Imam Nugroho juga menjelaskan kepada pimpinan Dayah ZUDI, JPA hadir melengkapi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang sebelumnya program tersebut hadir dari pemerintah yang telah memberikan mengobatan secara gratis.

Imam Nugroho menyampaikan jika masyarakat sudah masuk program JPA, maka selama sakit dan di rawat, keluarga anggota JPA akan mendapatkan bantuan santunan tunai Rp100.000 per hari sebagai pengganti penghasilannya karena sakit. “Insya Allah ini bisa membantu pihak keluarga baik untuk kehidupan sehari-hari atau operasional selama menjaga dan merawat keluarga di rumah sakit,” ujar Imam.

Imam juga menyampaikan selain mendapatkan dana saat merawat orang sakit JPA juga akan memberikan santunan lainnya pada saat menjalani operasi, cacat karena kecelakaan dan meninggal dunia. “Selain mendapatkan santunan Rp100.000 per hari sebagai pengganti penghasilan selama sakit, JPA juga akan memberi bantuan  jika harus menjalani operasi dan  jika cacat dikarenakan kecelakaan serta  jika meninggal dunia,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Imam jika sedang bekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, program ini juga memberikan bantuan berupa uang cash sebagai bantuan modal usaha untk keluarga yang ditinggalkan.

“Selain berlaku di Aceh, JPA juga bisa dipakai di seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) se-Indonesia baik swasta maupun pemerintah, artinya ketika warga aceh harus dirujuk ke luar daerah Aceh santunannya akan tetap bisa dapat,” ujar Imam.

Imam Nugroho dan Aduwina Pakeh sama-sama mengajak masyarakat, terutama di kalangan milenial (Santri) untuk ikut peduli sesama, terutama ditengah Pandemi Covid-19 ini banyak warga yang kehilangan pekerjaannya, kesulitan akses ekonomi dan beragam masalah lainnya yang dihadapi masyarakat. “Kontribusi kita sangat dibutuhkan, meskipun nilainya kecil.” Jelas Imam yang dibenarkan Aduwina.

Pada kesempatan yang sama, pimpianan Dayah ZUDI, Tgk. H. Khairul Azhar, MA atau yang biasa disapa Waled Khairul menagatakan gerakan ini sangat bagus dan patut kita dukung bersama. “Kami dari pimpinan dan segenap dewan guru serta para santri akan bergabung bersama GARDA Indonesia, dan siap ikut serta dalam upaya membantu kaum dhuafa yang membutuhkan.” Jelas Waled Khairul

“Kami yakin gerakan ini nantinya akan membesar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Karena pada dasarnya setiap orang ingin membantu dan bersedekah namun belum mendapatkan format yang seperti Pak Aduwina gagas ini. Kami juga akan menyebarluaskan informasi ini, terutama kepada para wali santri agar bisa ikut berpartisipasi bersama-sama. Karena gerakan ini sangat bermanfaat, terlebih dukungan akan menguat setelah adanya rumah dhuafa yang sudah siap dibangun sebagai bukti nyata.” Terang Waled

Berikutnya, khusus untuk program JPA yang disampaikan oleh Bapak Imam Nugroho, kami akan menyediakan waktu khusus pada saat pertemuan wali santri, karena program tersebut sangat bagus bagi para santri dan orangtua santri. Pungkas Waled.


(Redaksi/RL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: