Halal atau Haram Vaksin Corona, Ini Pendapat Wakil Presiden RI

bimcmedia.com, Jakarta: Mengakhiri Pandemi Covid- 19 tentunya para ilmuwan dan pakar medis terus melakukan penelitian untuk mendapatkan Vaksin untuk jenis Virus ini, jajakan kerjasama dengan perusahaan Farmasi pengadaan vaksin corona untuk 260 juta masyarakat Indonesia.

Ilustrasi Gambar – Vaksin Virus Corona

Terkait Vaksinpun tetap menuai beragam pendapat efek samping samping, dan tingkat kehalalan untuk vaksin tersebut, vaksinasi akan dimulai November-Desember 2020 dengan menyasar kelompok prioritas, seperti tenaga kesehatan dan hingga aparat TNI-Polri.

Dalam terbitan Kumparan. Com yang di Kutib oleh bimcmedia.com, orang Nomor 2 di Indonesia juga memberikan pendapat terkait sertifikasi Halal vaksin tersebut.

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan, sekalipun belum memiliki sertifikat halal yang di keluar kan oleh MUI, vaksin corona tetap bisa digunakan karena sedang dalam kondisi darurat. 

“Tapi andai kata itu ternyata belum ada yang halal, tapi kalau tidak digunakan akan menimbulkan kebahayaan, menimbulkan penyakit berkepanjangan,” kata Ma’ruf dalam dialog bersama juru bicara COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, Jumat (16/10/2020) seperti dikutip dari kumparan.com.

Tingkat kehalalan menjadi konsumsi publik yang kabarnya vaksin corona yang coba didatangkan pemerintah dari China, Uni Emirat Arab, hingga Inggris itu.  

pendapat wakil Presiden Ma’ruf, kondisi darurat tetap harus diberikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) selaku lembaga yang memiliki otoritas penerbitan sertifikasi halal.

“Tapi harus ada ketetapan yang dikeluarkan MUI agar masyarakat tidak terjadi keraguan, Dan memang artinya kalau soal kehalalan itu, apabila itu halal itu kan enggak jadi masalah. Tapi harus ada sertifikatnya oleh lembaga yang memiliki otoritas,” jelas dia. 

Ma’ruf Amin telah mastikan MUI terlibat aktif dalam proses pengadaan vaksin corona yang dilakukan pemerintah Indonesia. MUI juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya vaksinasi ini agar wabah ini segera tuntas. 

Selain itu pada pada Rabu (14/10) lalu, tim inspeksi yang terdiri dari Bio Farma, BPOM, Kemenkes, dan MUI telah berangkat ke China . Kunjungan ini untuk mengecek kualitas produksi dan kehalalan vaksin Sinovac dan Cansino.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: