Hingga Jelang Akhir Jabatan Ramli, Jalan RGM Belum Di Perbaiki

Jalan RGM
Kondisi jalan RGM atau Jalan didepan Terminal Tipe A Aceh Barat dalam kondisi rusak | foto: oto Iskandaria

Bimcmedia.com, Meulaboh : Hingga menjelang akhir jabatan bupati Ramli di Aceh Barat ada salah satu ruas jalan yang termasuk permukiman padat penduduk di kecamatan Meureubo saat ini dalam kondisi rusak, namun sampai kini belum diperbaiki, ternyata jalan RGM tersebut rencana diambil alih oleh pemerintah pusat untuk dibuka dua jalur guna mengaktifkan terminal tipe A di kawasan itu

Akibat menunggu keputusan pemerintah pusat untuk membangun jalan tersebut menjadi dua jalur, kini kondisi telah rusak parah sehingga Masyarakat yang melintas merasa terganggu dan tidak nyaman sehingga dimohon kepada pemerintah Aceh Barat agar segera memperbaikinya

Salah seorang warga yang menetap di komplek perumahan nelayan kecamatan Meureubo Aceh Barat Oto Iskandar kepada bimcmedia.com Selasa (25/01/2022) Mengatakan, jalan RGM kondisi sudah sangat tidak nyaman dilintasi karena selain berlubang besar juga sangat terganggu di musim hujan sebab air tergenang sehingga rawan kecelakaan

Selaku warga perumahan nelayan dan sekitarnya sangat berharap Jalan RGM atau jalan ke terminal Tipe. A kecamatan, Meurebo segera diperbaiki, hampir sepanjang lintasan rusak parah, sangat sulit dilintasi, kata oto.

"Sudah banyak yang terjatuh dijalan tersebut apalagi kalau hujan, ramai warga terjebak di lobang-lobang berisi air genangan" kata warga tersebut

Menurutnya, jalan RGM itu banyak kepentingan bagi Masyarakat karena itu akses ke pesantren Darul Aitami. pesantren Zanatul Ulum dan beberapa perkantoran pemerintah, perumahan warga dan juga penghubung lintasan rantau panjang - Universitas Teuku Umar (UTU) maka warga bermohon pihak terkait untuk segera memperbaiki, harapnya

" Sebelum berakhir jabatan Bupati Ramli, tolonglah diperbaiki lintasan tersebut, karena itu kebutuhan mendesak Masyarakat yang tiap hari melintasi jalan tersebut" ucap oto penuh harap

Sementara itu Kepala Dinas perhubungan Kabupaten Aceh Barat Fadlian Syahputra, SSTP,M.Si kepada media ini Selasa sore menjelaskan, penanganan jalan tersebut terkendala karena ada rencana kementerian Perhubungan untuk membuka dua jalur sebab ingin mengaktifkan terminal Tipe A miliknya

Sebelumnya Kadis Perhubungan menyarankan pewarta untuk menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PuPT) Aceh Barat karena terkait urusan sarana dan prasarana jalan itu ranah instansi tersebut, namun KaDis PUPR Dr.Kutdi saat diminta keterangan menjelaskan, dalam pertemuan dengan pemerintah pusat terkait jalan itu pihak DISHUB dan SEKDA yang terlibat langsung, agar tidak tidak salah informasi maka bimcmedia.com menghubungi Kepala Dinas bersangkutan.

Dalam kesempatan tersebut Putra menjelaskan secara singkat terkait Jalan tersebut, menurut Informasi sekilas bahwa tahun 2020 lalu terkait sarana transportasi itu ada kendala di Perencanaan dan Pengawasan Jalan Negara (P2JN) karena lintasan itu mau ditingkatkan statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan Nasional.

" Insya Allah tahun ini akan kita follow up lagi, Karena mau kita koordinasikan secara komprehensif, informasinya akan kita beritahukan lebih lanjut ya. Nanti akan kami kabari lagi" kata KaDisHub singkat

Pewarta menunggu penjelasan lebih detail dan bagaimana pastinya jalan tersebut apa dapat dibangun tahun ini, namun pihak Dinas meminta pewarta bersabar karena sedang mengkonfirmasi ke pihak terkait, sampai berita ini dikirim ke redaksi belum mendapat keterangan tambahan dari Dinas Perhubungan Aceh Barat. ***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!