HMTI UTU  Kecewa Terhadap Penanganan Khusus dari “RS. ZAINAL ABIDIN” Banda Aceh

dalam Menangani Saudara (Alm) Septian Sihotang

HMTI UTU
Della, Wakil Ketua Umum  HMTI - UTU | Ist

Bimcmedia.com, Meulaboh : Himpunan Mahasiswa Teknik Industri - Universitas Teuku Umar (HMTI - UTU) mengungkapkan kekecewaannya kepada media terkait hal dalam tindakan penanganan khusus kepada salah satu saudaranya, yang kurang tanggap akibat kurangnya biaya operasi dan  pihak meminta keluarga meminta waktu untuk mencari biaya operasi, akan tetapi pihak rumah sakit hanya melakukan pemeriksaan saja.

Dalam sebuah rilis yang di terima Bimcmedia.com, Rabu, (24/11/2021) Della, Wakil Ketua Umum  HMTI - UTU menyampaikan kekecewaannya melalui media terkait responsif yang masih kurang tanggap dalam menangani saudara kami (Alm) Septian Sihotang yang tidak mendapatkan penanganan khusus dari RSUD Zainal Abidin.

Pasien awalnya dibawa ke RSUD Cut Nyak Dhien, selepas terjadi kecelakaan didesa gunung kaleng, Kecamatan Meureubo Kabupaten, Aceh Barat, lalu pasien dirujuk menuju RSUD Zainal Abidin untuk ditindak lanjuti operasi. Biaya awal operasi menghabiskan biaya 60 juta. Sehingga membuat keluarga korban meminta waktu untuk mengumpulkannya.

Tapi sayangnya pasien tidak ditindak lanjuti dengan semestinya, karena belum melunasi pembayaran operasi. Padahal keluarga korban sudah memberikan uang muka yang didapat dari Jasa Raharja sebesar 20 juta, namun sayangnya pihak rumah sakit hanya menjalani pemeriksaan tanpa ada sedikitpun penanganan, padahal sudah seharusnya (Alm) septian sihotang menjalani operasi, akan tetapi dari pihak RS. ZA belum menyetujuinya karena belum melengkapi biaya administrasi dan tidak adanya jaminan. padahal saat itu kondisi saudara kami sudah kritis.

Della mengaku kesal dikarenakan belum menerima tanggapan yang positif atas kejadian yang di alami septrian sihotang, karena dari segi pelayanan tidak mendapatkan solusi terkait luka yang dialami pasien, dan untuk segi administrasi juga terlalu terbelit-belit sehingga keluarga pasien kesusahan dalam memenuhi kebutuhan yang dimintai pihak rumah sakit.

"Seharunya dari pihak rumah sakit harus lebih sigap lagi karena itu menyangkut nyawa seseorang. Jika harus mengikuti prosedur yang ada, apa tidak bisa diutamakan keselamatan pasien, jika hanya terkendala oleh dana pasti akan diusahakan dari pihak keluarga dan teman-teman kuliahnya, Ucap della. Karena hal ini bukanlah hal yang tabu lagi yang terjadi di RSUD Zainal abidin, seharusnya dari pihak Rumah sakit lebih mengutamakan nyawa pasien, nyawa seseorang seperti tidak ada artinya lagi. Saya berharap kedepannya pihak rumah sakit jangan bermain-main dalam menangani kasus seperti ini, Jika kita yang berada diposisi pihak keluarga bagaimana bimbang, karena nasib seseorang tidak ada yang tau" Tegas della kepada media

Ia pun berharap permasalahan dalam proses penanganan pasien ini jangan terulang lagi. Tutup della.


[A-]

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!