Imigran Gelap Rohingya Terus ke Aceh, Siapa yang Buka Jalan?

Bimcmedia.com, Lhokseumawe – Pengungsi Rohingya terus berdatangan ke Aceh setelah gelombang pertama. Di tanah mereka tidak diterima karena keyakinan dan alasan lain namun tampaknya gelombang ke datangan Rohingya ke Aceh belum usai. Dikutip dari aceh.tribunnews.com (08/09/2020), imigran gelap asal Rohingya kembali berdatangan dengan dalih terdampar di pantai Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Keterangan: Imigran gelap Rohingya terdampar ke Aceh / Foto: aceh.tribunnews.com

Imigran gelap yang terdiri dari anak-anak, wanita dan pria dewasa itu terdampar di pantai sekitar pukul 01.00 WIB pada Senin (07/09/2020) dengan kapal kayu.

Pihak keamanan setempat melakukan pendataan terhadap imigran Rohingya tersebut dan diistirahatkan di pondok pinggir pantai. Imigran gelap tersebut diperkirakan sebanyak 200 orang dengan tanpa tujuan.

Imigran Rohingya terus berdatangan ke Aceh setelah negara lain seperti Malaysia maupun Australia menolak. Dengan dibukakannya pintu masuk ke Aceh, kemungkinan seperti ada ‘sinyal’ kepada imigran lain yang masih di Rohingya maupun masih terdampar di lautan untuk singgah di Aceh.

Pemerintah Aceh sendiri belum memberikan keputusan yang tegas terhadap imigran gelap beda bangsa, bahasa dan budaya yang terus berdatangan ke Aceh tersebut.

Dalam beberapa tahun ke depan, imigran gelap Rohingya tetaplah sebagai pengungsi yang datang ke negeri kita. Namun, apakah mereka akan terus diberikan kesempatan untuk datang dan tanpa ada agenda diplomasi untuk kedua negara? Sementara imigran Rohingya akan tumbuh di Aceh sebagaimana mestinya perkembangan manusia.

Pemerintah Aceh sudah harus tegas terhadap imigran Rohingya yang terus berdatangan tanpa jeda. Sehari boleh disebut membantu. Setahun kemudian akan berbeda. Bahkan, seabad kemudian bisa menguasai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: