Impian Piala Adipura dengan Kondisi Pasar Kota Sufi Meulaboh

Laporan ,
Pasar Meulaboh
Kondisi Pasar Meulaboh, Kota Tauhid Sufi | Ist

BIMCMEDIA.COM, Coretan Redaksi : Sepertinya impian pemerintah untuk meraih piala Adipura dengan membenahi sejumlah titik dalam kota Meulaboh telah tak tercapai, pasalnya hari keburu pagi sementara suasana dan kondisi pasar bina usaha dalam kota sufi tak berubah wujudnya sejak Ramli - Banta diambil sumpah oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf atas nama Menteri dalam Negeri 2017 silam

Bila anda sering keliling kota maju di sejumlah  daerah, tentu akan menemukan suasana pasar yang berbeda, disiplin menjaga kebersihan, penertiban pedagang rutin dilakukan dan nuansa pasar yang membuat gaya tarik pengunjung, namun sangat jauh berbeda dengan keadaan pasar di kota sufi sejak pemerintahan dikendalikan Ramli, hehe. Ntah apa yang membuat bupati tersebut mempertahankan kondisi alami di sana

Semangat pemerintah beberapa tahun lalu sangat tinggi untuk meraih piala Adipura, piala bergengsi tersebut mudah didapatkan jika pemerintah konsisten menata pasar, kebersihan dan mengatur semua sesuai tempatnya, namun semangat itu sepertinya hanya sebatas gaung media seolah-olah kinerja pemerintah Ramli akan menemukan sesuatu yang jauh berbeda dari pemerintah sebelumnya, eh ternyata hingga akhir April 2022  nuansa pasar kota masih gaya lama bahkan lebih kumuh dari sebelumnya

Dikutip dari KBRN, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat, telah  menandatangani komitmen bersama seluruh komponen di daerah setempat dalam upaya membentuk strategi guna meraih piala Adipura dari pemerintah pusat.

"Tujuan kegiatan ini adalah, akhirnya Aceh Barat mendapat Piala Adipura. Komitmen bersama ini perlu dilakukan sebagai bentuk kebersamaan peran semua pihak," kata Kepala DLH Aceh Barat saat itu  Mulyadi, S.Hut, kepada RRI, Selasa (26/11/2019).

Ia menyampaikan, bahwa selama ini rintisan dan perjuangan mendapat penghargaan dari pemerintah pusat itu telah dilakukan, namun perlu diperkuat dengan adanya peran masing - masing stekholder di daerah.

Mulyadi, menjelaskan, semua yang hadir dalam acara tersebut telah menyatakan komitmennya, tinggal melakukan sosialisasi kepada masyarakat level bawah, walau pun selama ini telah dilakukan namun tetap saja harus diperkuat.

Nah .jika dilihat dari komitmen bersama di tahun 2019 lalu, apa yang telah terealisasi untuk mempercantik kota sufi, sering terlihat sampah bersarang di jembatan Lueng nakyee, arena parkir asal enak pengendara dan jalur masuk dan keluar pasar tak terlihat lagi dipandu petugas, apa mungkin aturan mendapat piala Adipura sudah seperti itu saat ini..??

Pantauan media ini setiap pagi di sepanjang jalan  H.Daud Dariah II, Jalan TPI, Jalan T.Chik Ali Akbar, dan gang-gang perkotaan, seperti tidak ada petugas dari Dinas yang mengurusi pasar, pandangan masyarakat didepan ruko warga diparkir becak-becak berisi sayur-sayuran dan aneka dagangan sang peniaga lainnya

Selain itu dikawasan pasar bina Usaha Meulaboh terdapat bangunan tua yang telah menahun tak tersentuh rehabilitasi, andai Bupati Ramli memiliki sedikit semangat memperindah kota, tentu sesuatu sarana rusak mesti diperbaiki, sebab itu aset daerah yang berdasarkan pemahaman orang Islam Sesungguhnya  Mubazir itu kawan syaitan, apakah Bupati Ramli tidak takut pada Syaitan. ??

Sebagai Coretan Redaksi untuk kembali mendapatkan piala Adipura, tim CoRed mencoba wawancara sejumlah Masyarakat di kota sufi, pemerintah harusnya membuka kembali lembaran komitmen Adipura, lakukan pendekatan persuasif dengan pedagang, mohon pengertian untuk menjaga ketertiban, ajak fungsikan bangunan pasar, aktifkan petugas , tegas terhadap aturan sampah, jalur masuk dirapikan, Insyaallah suasana pasar akan adem itulah langkah menuju perhatian pemerintah pusat, maukah Bupati Aceh barat melaksanakan itu di usia senja yang dimilikinya, kita tunggu saja bagaimana responnya.

---

(CoRed)

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!