Ini Alasannya  !!! Penyebab Makanan Manis Sebabkan Gigi Lubang

Ilustrasi Gambar : Makan Manis-manis/Foto : merdeka.com

bimcmedia.com, Meulaboh : Banyak dari kita sudah sering mendengar pernyataan bahwa banyak makan yang manis-manis sebabkan gigi berlubang.

Contohnya, ketika kita masih kecil, pasti orang tua kita selalu bilang untuk tidak mengonsumsi permen, gulali, sampai coklat yang manis, karena bisa sebabkan gigi berlubang.

Lalu, benarkah pernyataan tersebut ?

Sebenarnya  makanan yang manis atau gula bukanlah biang keladi penyebab gigi berlubang.

Lebih akuratnya, kerusakan pada gigi dapat terjadi akibat rangkaian peristiwa yang terjadi sesudah konsumsi gula atau makanan manis itu.

Salah satunya adalah bakteri yang hidup di dalam mulut sehingga menjadi penyebab gigi berlubang.

Hanya, pada dalam mulut, gula bisa menjadi magnet bagi bakteri jahat sehingga menyebabkan kerusakan pada gigi.

Melansir dari laman berita kompas, Senin, (30/11/2020) menjelaskan bahwa dua bakteri perusak yang bisa ditemukan pada mulut adalah Streptococcus mutans dan Streptococcus sorbrinus.

Kerena kedua bakteri tersebut memakan gula yang kita makan selanjutnya membentuk plak gigi.

Plak gigi adalah kerusakan pada gigi yang merupakan lapisan lengket dan tidak berwarna yang terbentuk di permukaan gigi.

Jika plak pada gigi tidak hilang dengan air liur atau disikat, maka keadaan dalam mulut menjadi lebih asam dan gigi berlubang mulai terbentuk.

Ketika pH plak turun di bawah normal atau kurang dari 5,5, keasaman mulai melarutkan mineral maka dapat menghancurkan email gigi.

Dalam proses tersebut, maka lubang kecil atau erosi akan terbentuk.

Seiring berjalan waktu, lubang tersebut bisa terus menjadi lebih besar hingga dapat terlihat dengan jelas.

Mulut Adalah Medan Pertempuran. Ada banyak jenis bakteri yang dapat hidup di dalam mulut.

Beberapa bakteri ini juga bisa bermanfaat bagi kesehatan gigi, dan lainnya dapat berbahaya bagi kesehatan gigi.

Contohnya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa sekelompok bakteri berbahaya tertentu dapat menghasilkan asam pada mulut sehingga setiap kali kuman ini bertemu dan mencerna gula.

Sehingga asam ini lantas dapat menghilangkan mineral dari enamel gigi, yang merupakan lapisan luar gigi yang mengkilap dan melindungi. Proses ini disebut demineralisasi.

Kabar baiknya ternyata pada dasarnya air liur  dapat membantu membalikkan kerusakan ini secara konstan dalam proses alami yang disebut remineralisasi.

Mineral dalam air liur, contohnya kalsium dan fosfat, selain itu fluorida dari pasta gigi dan air, juga bisa membantu enamel memperbaiki dirinya sendiri dengan mengganti mineral yang hilang selama "serangan asam" tersebut.

Mineral itu bisa membantu memperkuat gigi. Namun, pada siklus serangan asam yang berulang bisa menyebabkan hilangnya mineral di email.

Seiring berjalannya waktu, hal tersebut juga dapat melemahkan dan menghancurkan enamel, kemudian membentuk rongga dan kerusakan pada gigi.

Sederhananya, rongga adalah lubang dalam gigi yang disebabkan oleh kerusakan gigi. Ini adalah hasil dari bakteri berbahaya yang mencerna gula dalam makanan dan menghasilkan asam.

Jika tidak ditangani, rongga dapat menyebar ke lapisan gigi yang lebih dalam, menyebabkan nyeri dan kemungkinan gigi tanggal atau copot.

---

(AN)

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!