Breaking News

IPELMABAR Fasilitasi GeraM Beraudiensi dengan DPRK Aceh Barat

bimcmedia.com Meulaboh : Paska demonstrasi Gerakan Mahasiswa (GeraM) peduli kampus  menuntut keringanan uang kuliah, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat langsung menerima keinginan mahasiswa tersebut untuk beraudiensi dan di fasilitasi langsung oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa  (IPELMABAR) Banda Aceh ( Jum'at 12/06/2020)


bimcmedia.com/ipelmabar menyerahkan aspirasi kepada DPRK Aceh Barat/Aminnullah


Juru Bicara GeRam, Sultan Alfarabi " membenarkan bahwa paska aksi demonstrasi lalu, pihaknya langsung mengadukan kepada IPELMABAR selaku paguyuban Aceh Barat dan melahirkan beberapa kesempatan yaitu, menuntut DPRK Aceh Barat untuk mendesak kampus untuk merelasasikan beberapa poin tuntutan mereka secepat mungkin "


“Benar, kita langsung berkoordinasi dengan IPELMABAR agar bersama-sama menuntut kampus. Semoga kampus bisa berunding dengan pihak kementerian atau pihak lainnya agar mereka mengetahui bahwa mahasiswa sudah merasa kecewa. Uang kuliah dibayar penuh, fasilitas tak terpakai, kuota internet beli sendiri dan jaringan tidak memadai. Ini memang harus segera dipandang serius oleh berbagai pihak, jangan mementingkan perut sendiri. Matinya pendidikan maka matinya peradaban”, kata Sulthan Alfaraby, dalam rilisnya yang diterima media ini Jumat (12/06/20)


Sementara tambah Sulthan Alfaraby pada hari Jumat lalu tanggal 05 Juni 2020 tepatnya pukul 09.00 WIB, beberapa mahasiswa datang tiba-tiba untuk melakukan aksi demonstrasi dengan mengendarai mobil pick up dan mengikuti protokol kesehatan.


Aksi tersebut diadakan di depan Gedung DPRK Aceh Barat dan kemudian berlanjut ke Simpang Pelor Kota Meulaboh. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap seluruh pemangku jabatan di Kampus atas leletnya dalam menampung aspirasi mahasiswa.


Namun, tak lama kemudian mereka dibubarkan dan diamankan oleh kepolisian karena aksi tersebut diduga melanggar ketentuan sebab diadakan di tengah pandemi Covid-19. GERAM pun mengancam akan membawa massa dengan jumlah yang lebih besar.


Pasca diamankan oleh kepolisian, GERAM langsung berkoordinasi dengan Presidium IPELMABAR, Sanusi dan Hafrizal, yang kebetulan saat itu berada di sekitar Kota Meulaboh untuk bersama-sama menuntut DPRK Aceh Barat agar bisa menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pihak kampus. Selain menuntut kampus, IPELMABAR juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terkait fasilitas untuk mahasiswa.

Komentar

Loading...