Jalan Tugu Kopiah Teuku Umar Meulaboh Rusak Parah, Anggaran Ditelan Covid-19

bimcmedia.com, Meulaboh – Sudah bertahun jalan menuju Tugu Parasamya sekaligus jalur tembus ke lokasi bersejarah tempat Kopiah Pahlawan Nasional Teuku Umar jatuh saat dikejar penjajah kolonial sudah dibiarkan rusak.

Keterangan: Jalan menuju Tugu Kopiah Teuku Umar / Foto: FL

Salah warga Gampong Ujong Kalak Kecamatan Johan Pahlawan, Salmiati, kepada bimcmedia.com, Minggu (30/8/2020) mengatakan, harusnya jalan tersebut diperhatikan pemerintah karena itu lintasan menuju tempat bersejarah.

Dulu lintasan tersebut merupakan jalan negara penghubung Meulaboh dengan Banda Aceh. Ketika tsunami melanda Aceh 2004, jalan di sekitar putus dihantam ombak sehingga menjadi jalan buntu yang hanya sampai di Tugu Kopiah Teuku Umar.

Yang aneh, sudah bertahun rusak tak ada yang perhatikan. Seperti jalan tersebut tak ada orang punya, padahal pengunjung monumen bersejarah itu berasal dari berbagai daerah bahkan tak jarang tamu dari luar negeri.

“Jalan itu rusak tak dihiraukan, padahal itu kawasan wisata bersejarah, harusnya pemerintah tak menutup mata, malu kita dengan orang luar yang berkunjung ke Aceh Barat,” ujar Salmiati.

Selain Salmiati, para wisatawan lokal lainnya yang dijumpai pewarta di Pantai Batu Putih, di mana lokasi tugu berada, Andrian, secara tegas menyatakan sudah muak melihat kondisi jalan tersebut yang sudah bertahun diabaikan tanpa perawatan.

“Kita sudah muak melihat jalan tersebut, seperti tak bertuan, padahal kedudukannya berada dalam kota dan banyak dilintasi para wisata, heran kita pada pemerintah,” kata Andrian bernada kesal.

Padahal, kawasan tersebut cagar budaya, titik terpenting Aceh Barat. Orang mau tahu mana Pantai Batu Putih namun sudah bertahun-tahun dibiarkan berlobang. Air tergenang yang jelas tidak diperhatikan sama sekali mesti. Masyarakat setempat pernah memblokir namun sepertinya tak ada respon pemerintah Aceh Barat.

“Para anak muda yang sering berkunjung ke Batu Putih sangat kecewa pada pemerintah. Tidak dihargai sedikitpun keluhan warga, mana Bupati, lebih lagi kita malu saat ada tamu yang berkunjung harus melewati lobang besar dan memasuki genangan air,” tambah Andrian.

Masyarakat berharap pemerintah segera memperbaiki jalan di sana. Sudah saatnya dirawat karena bertahun kondisinya rusak, kalau jalan sudah diaspal mereka yakin pengunjung meningkat dan ekonomi warga semakin membaik.

Anggaran ditelan COVID-19

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Dr. Kurdi, kepada bimcmedia.com saat dikonfirmasi Minggu (30/8/2020) mengatakan, Jalan Tugu Parasamya Gampong Ujung kalak tahun ini telah dianggarkan dana sebesar Rp 800 Juta. Namun karena kondisi Covid-19 dana tersebut dialokasikan untuk penanganan virus tersebut.

“Jika tersedia anggaran cukup dan disetujui dewan, kegiatan yang tertunda tahun ini akan kita usulkan kembali tahun 2021,” ujar Kurdi.

Dalam kesempatan tersebut Kurdi juga menjelaskan bahwa lobang di simpang jalan Abadi Gampong Rundeng sudah turun Tim Reaksi Cepat (TRC), Rencana dalam Anggran Perubahan 2020, akan diusulkan anggran untuk perbaikan. Saat ini sedang di bahasa APBK Perubahan di DPR.

Penulis: FL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: