Jemaah Haji Melakukan Lontar Jumrah pada Hari Terakhir di Mina

Jemaah haji yang mengambil pilihan Nafar Awal meninggalkan Mina pada tanggal 12 Zulhijjah, sebelum matahari terbenam, untuk kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Keputusan ini merupakan bagian dari prosesi haji yang diatur dengan ketat untuk memastikan kelancaran ibadah dan kesejahteraan jemaah- Humas Kementerian Agama RI

Bimcmedia.com, Arab Saudi:

Pada hari ini, jemaah haji yang mengambil Nafar Tsani melakukan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Prosesi ini berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), yaitu mulai pukul 05.00 hingga 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Sehari sebelumnya, pada 12 Zulhijjah, jemaah yang memilih opsi Nafar Awal telah meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam. Mereka kembali ke hotel masing-masing di Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.

Widi Dwinanda, anggota Media Center Kementerian Agama, menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan fase mabit di Mina dan melontar jumrah, jemaah akan melanjutkan dengan melakukan tawaf Ifadhah dan Sa’i, sebagai bagian dari rukun haji.

“PPIH mengimbau agar jemaah dapat memulihkan kondisi dan stamina fisik terlebih dahulu sebelum pelaksanaan tawaf Ifadhah dan ibadah lainnya,” ujar Widi dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta, Rabu (19/06/2024).

Widi menambahkan bahwa saat ini Masjidil Haram dalam kondisi padat dengan jemaah dari berbagai belahan dunia yang akan melaksanakan tawaf Ifadhah. Oleh karena itu, jemaah haji diimbau untuk mempertimbangkan kepadatan masjid sebelum memutuskan untuk melaksanakan tawaf.

“Tidak perlu tergesa-gesa untuk langsung tawaf Ifadhah setelah dari Mina. Dengan stamina prima setelah beristirahat, jemaah dapat menjalankan tawaf dan ibadah lainnya dengan aman dan lancar,” ungkapnya.

Tawaf Ifadhah akan dilaksanakan setelah bus shalawat, yang mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya, kembali beroperasi. Layanan bus shalawat akan mulai beroperasi kembali pada 14 Zulhijah atau 20 Juni 2024 mulai pukul 00.30 WAS.

“Selama tidak ada layanan bus shalawat, jemaah dapat menjalankan salat lima waktu di masjid sekitar hotel sembari mempersiapkan diri untuk tawaf Ifadhah dan tawaf Wada,” kata Widi.

Bagi jemaah Nafar Tsani, sembari menunggu dijemput bus yang akan membawa mereka ke hotel di Makkah, dapat memanfaatkan waktu di Mina untuk bersyukur kepada Allah atas segala rahmat yang telah diterima. Dengan demikian, mereka bisa menyelesaikan mabit dan melontar jumrah dengan sempurna.

“Bersyukur atas kesempatan dan kemampuan menyelesaikan mabit dan melontar jumrah dengan sempurna adalah bagian penting dari ibadah ini,” tutup Widi.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pada pukul 13.17 WIB, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 165 orang. Data ini menggambarkan tantangan fisik dan kesehatan yang dihadapi oleh para jemaah selama menjalankan ibadah haji.

Kegiatan lontar jumrah dan seluruh rangkaian ibadah haji menuntut kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, istirahat yang cukup dan pemulihan kondisi fisik sangat penting bagi jemaah agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan lancar.

Dengan berakhirnya prosesi di Mina, jemaah akan melanjutkan dengan ibadah di Masjidil Haram sebelum akhirnya kembali ke tanah air. Semoga seluruh jemaah dapat menyelesaikan ibadah dengan sempurna dan kembali ke tanah air dengan selamat.

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!