Kader Partai Demokrat Secara Masal Mundurkan Diri, Ada Apa..?

Kader Partai Demokrat
Logo Partai Demokrat

Bimcmedia.com, Meulaboh : Kader partai Demokrat kini beberapa orang telah memundurkan diri lantaran tak puas dengan sistem kaderisasi yang kini berjalan dibawah komando ketua umum baru partai berlambang marcy. Kader partai Demokrat secara masal mundurkan diri.

Beberapa kader dari Partai Demokrat nyakni dari Kalimantan Timur mengundurkan diri lantaran tak puas dengan sistem kaderisasi yang kini berjalan di bawah komando Ketua Umum baru partai berlambang mercy.

Achmad Sukamto Politisi Partai Demokrat Kaltim yang lebih 15 tahun berkecimpung di dalam organisasi ini, kini resmi mengundurkan diri karna selama ini partai Demokrat sudah keluar dari rule yang selam ini dijanjikan, Rabu (15/6/2022)

Dia Achmad Sukamto memundurkan diri bersama enam ketua pengurus anak cabang (PAC) partai Demokrat kota sama Rinda, di antaranya dari loa Janan Ilir, palaran, sambutan, Samarinda Sebarang, Samarinda Ulu dan Samarinda kota, adapun pengurus Dewan Pimpinan Darah (DPD) Partai Demokrat Kaltim lain, Muhammad Firmanuddin, teguh Rizki Fauzi, Dian Wahyudi, dan beberapa orang lainnya yang kini telah memundulkan diri.

Di akuwi Sukamto, terkait keputusan politik ini, memang sangat berat mengingat pengabdian selama ini di pertai Demokrat dari tahun 2007-2022 selama menjadi kader tentunya ikut berkontribusi membesarkan nama partai.

"Terkait keputusan politik ini, diakui Sukamto, memang sangat berat mengingat pengabdian selama di Partai Demokrat dari tahun 2007 selama menjadi kader tentunya ikut berkontribusi membesarkan nama partai" seperti yang dikutip dari TRIBUNKALTIM.CO pada 15 Juni 2022

Anggota mantan DPRD kota sama Rinda iya juga mengakui, pengapdian untuk membesarkan dan mengangkat suara partai Demokrat dari era kejayaan sampai masa- masa sulit telah dilalui nya.

Ucap Sukamto. Seperti yang dilansir dari media sebelah "Semua itu saya lakukan murni karena kecintaan dan nilai-nilai perjuangan partai memang layak untuk diperjuangkan. Tetapi akhir-akhir ini saya melihat dan menilai bahwa Partai Demokrat sudah keluar dari rule yang selama ini dijalankan,"

Hingga dia merasa, sebesar apapun pengorbanan dan perbuatan seseorang di dalam membangun partai tidak pernah memiliki nilai,. Sukamto menilai jenjang kaderisasi di partai Demokrat sudah tidak ada sistematis dan mengayomi kader yang memiliki loyalitas serta dedikasi.

Keputusan DPP partai Demokrat kini menimbulkan pertanyaan dibenak Sukamto terlebih saat pemilihan ketua dewan pimpinan Cabang (DPC) di 10 kabupaten atau kota Se- Kaltim.

Adapun pria yang pernah menjabat di struktur partai Demokrat Kaltim sebagai ketua Bappilu ini jukaga kemudian mempertanyakan, khusus secara pribadi dimana Sukamto juga mencalonkan sebagai ketua DPC partai Demokrat Samarinda.

Dalam pemilihan Ketua DPC Partai Demokrat Samarinda, dia menganggap komitmen dan loyalitasnya terhadap partai benar-benar tidak bernilai.

Walaupun dia termasuk salah satu kader senior di Samarinda dan Kaltim, serta juga memiliki dukungan mayoritas dari anak cabang Partai Demokrat Samarinda, penilaian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) malah menganggap dia tidak layak.

"Sehingga hal ini menimbulkan pertanyaan di benak saya, apa sebenarnya standarisasi seseorang bisa menjadi Ketua Partai Demokrat, apakah harus memiliki kedekatan pribadi dengan oknum-oknum tertentu yang tentunya ini menggambarkan bahwa tidak objektifnya partai kalau hal tersebut menjadi landasan, atau justru ada pendekatan tertentu yang bisa jadi bertentangan dengan semangat Demokrasi," jelas Sukamto.

Merasa tak mendapat jawaban, serta menimbang dari penilaian-penilai yang diputuskan DPP Partai Demokrat tersebut.

Sukamto menganggap hal ini sudah tidak sejalan dengan nilai-nilai perjuangan dan idealisme yang dia yakini.

"Walau berat daripada menjadi bagian dari sesuatu rusak, maka saya memilih untuk mengundurkan diri," tuturnya.

***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!