Kenikmatan  Mensyukuri Kemerdekaan saat  Masa Pandemi Covid-19

Laporan ,
Kemerdekaan
Mukhsinuddin ,. S.Ag, M.M Mahasiswa Doktoral Ilmu Manajemen  Universitas Syiah Kuala Banda Aceh juga Dosen STAIN Meulaboh | Ist

Kenikmatan  Mensyukuri Kemerdekaan saat  Masa Pandemi Covid-19
Oleh :
Mukhsinuddin ,. S.Ag, M.M
Mahasiswa Doktoral Ilmu Manajemen  Universitas Syiah Kuala Banda Aceh juga Dosen STAIN Meulaboh,..

Bimcmedia.com, Opini : Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh, itulah tema Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke - 76 tahun 2021. Dan saat ini kita masih dalam suasana masa pandemi Covid-19 kita memperingati HUT Kemerdekaan RI yang masih merajalela dan merenggut begitu banyak korbannya manusia di Nusantara ini.

Bila kita melihat 1-2 bulan menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 justru meningkat dan mencatatkan rekor. Walaupun itu merupakan tantangan dan cobaan, namun ini bentuk pembelajaran yang bermakna harus kita perjuangkan terlebih dahulu tentang kemanusiaan walaupun Berat tapi harus Kita harus memperjuangkannya demi meraih kemerdekaan baru dalam bentuk yang lain yaitu bisa sehat fisik dan rohani kita semua.

Kita bisa melihat pandemi ini dari kaca mata positif. Tidak berarti kita mengabaikan melainkan bijak menangkap maknanya. Allah Yang Maha Bijaksana tentu sudah mengiringi bencana ini dengan beragam makna, kekayaan lain yang seandainya kita mampu menggali dan mengolahnya, bisa jadi harta yang tak ternilai. Ambil contoh tren yang terjadi di dunia informatika dan tehnologi dalam dunia pendidikan. Sebelum pandemi, menurut aturan semua proses pembelajaran bagi anak didik harus dengan offline dalam ruangan yang mewah dan bef AC, akan tetapi ketika pandemi melanda dunia juga bangsa kita semua ith harus berubah menjadi pembelajaran secara online.

Selain itu, yang menikmati perkembangan ini tidak hanya kelas menengah ke atas, pandemi “memaksa” kalangan masyarakat bawah pun belajar menggunakan transaski e-commerce melalui transaksi online yang simpel dan mempraktikkan cara komunikasi baru berbasis internet. Bahkan anak didik di sekolah mulai dari kelas satu SD sudah belajar online yang mungkin akan sulit mendorongnya dalam suasana normal. Ini nikmat yang mungkin tidak banyak yang menyadarinya. Allah Yang Maha Tau selalu menyisipkan kenikmatan di tengah kesulitan. Allah Maha Baik. Nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada manusia amat luas, seperti nikmat iman, kesehatan, dan berbagai nikmat lain yang tidak mungkin dapat dihitung secara matematis.

Dalam Alquran Allah menjelaskan “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya”.(QS. Ibrahim, 14: 34). Kenikmatan lain yang kita rengkuh kembali setelah sekian lama dianggap hilang adalah semangat kebersamaan dan gotong-royong dalam sebuah komunitas masyarakat. Ada di antara warga yang terkena COVID-19 dan harus melakukan isolasi mandiri secara mandiri, para tetangga kebersamaan membantu memenuhi kebutuhan kehidupannya. Keluarga korban yang sakit dianjurkan untuk tidak keluar rumah agar tidak menulari orang lain sehingga susah untuk beraktivitas. Lalu untuk memenuhi kebutuhannya para tetangga memberinya makanan dan membantunya memberikan obat-obatan suplemen untuk membantu penyembuhannya. Makanan digantung di pagar, dan sebagainya. Ternyata pandemi ini telah mempersatukan kita secra ukhuwah yang erat.

Jadi, kita bisa tetap bersyukur dalam suasana sulit masa pandemi. Mensyukuri nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita, merupakan aktivitas yang sangat terpuji. Manusia atau bangsa yang pandai bersyukur, akan memperoleh nikmat dengan karunia yang berlipat ganda. Sebaliknya bila kelompok umat manusia atau suatu bangsa tidak pandai mensyukuri, akan menderita kerugian dan kerusakan. Karena itu, inilah saatnya kita menikmati kemerdekaan dengan cara berbeda. Kita kini dalam situasi yang penuh rasa persatuan dan kesatuan. Dalam menghadapi situasi pandemi, kita bersatu karena dijauhkan pandemi di negeri kita, dan cara mengalahkannya adalah dengan cara tertib dan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap menjaga persatuan.

Kita memang diminta menutup mulut dengan masker, mungkin itu adalah isyarat agar kita makin sedikit bicara. Kita diminta sering-sering mencuci tangan, karena tangan adalah anggota badan yang paling sering bersentuhan dengan hal-hal yang kadang bukan hak kita. Kita diminta menjaga jarak, mungkin itu adalah isyarat agar kita mampu melihat perbedaan dengan cara yang lebih sehat. Kita adalah bangsa yang diberi kenikmatan berbeda dibanding bangsa-bangsa lain di dunia yakni memiliki keragaman suku dan ras yang terkaya di dunia. Dan perbedaan itu adalah merupakan proses menuju persatuan, kekayaan yang tak ternilai.

Sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam Firman-Nya “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikanmu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antaramu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antaramu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat, 49: ayat 1).

Jadi oleh karena itu kita merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-76 tahun ini dengan semangat persatuan dan ukhuwah yang tinggi. Sehingga pandemi yang masih ada disekitar kita, tetapi kita makin solid. Pandemi telah merenggut banyak manusia, tapi kita mampu menumbuhkan makna kehidupan lebih baik, lebih bijak bicara, pintar menjaga kesehatan (lahir dan batin), dan pandai menjaga jarak sehingga makin paham mana yang hak dan mana yang bukan hak kita

Memang bila kita membaca sejarah Kemerdekaan itu bagi rakyat Indonesia adalah saat penuh makna dan bersejarah karena pada bulan penuh curahan rahmat karena kemerdekaan RI yang terjadi bertepatan dengan bulan Ramadhan bulan yang suci. Itu merupakan salah satu rahmat dan nikmat besar dari Allah SWT untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karenanya, semangat kemerdekaan haruslah dimiliki dan dijiwai setiap rakyat. Rasa nasionalisme haruslah tertanam dan terpatri pada jiwa dan raga semua kita. Nilai religi harus terus dipupuk dan dipahami oleh setiap individu di bumi pertiwi ini dan tidak hanya sebatas pada peringatan dan seremonial semata, tetapi haruslah dihayati, sekaligus di laksanakan dengan penuh menjiwai nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Kita selalu menghindari paham materialisme-sekularisme, gemar melakukan kebohongan, kesombongan, fitnah, adu-domba, membenci, merasa diri paling benar dan suci, menyalahkan satu sama lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, hal ini sangat dilarang Allah Yang Maha Agung.

Kemerdekaan RI merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT yang harus kita syukuri bagi rakyat Indonesia, syukur seperti halnya bersyukur atas pemberian nikmat termahal, yakni nikmat keimanan. Dengan mensyukuri nikmat, akan melahirkan keberkahan. Dengan mensyukuri nikmat, akan membuka pintu langit. Dengan mensyukuri nikmat, akan melahirkan ketenangan hiduk terhindar dari pandemi. Dengan mensyukuri nikmat, akan melahirkan solusi dari setiap persoalan. Dengan mensyukuri nikmat, akan menguatkan persaudaraan. Dengan mensyukuri nikmat, akan melahirkan keamanan, ketenteraman dan ketertiban. Dan dengan bersyukur kita selalu menjadi sebab berlipat gandanya nikmat maupun rezeki yang kita miliki serta doa yang diterima..

Dan sebaliknya, jika manusia kufur dari nikmat maka akan menyebabkan sumber musibah, malapetaka. Allah SWT berfirman: Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim, 14: ayat 7)

Sebagian ‘ulama mendefinisikan syukur nikmat itu adalah, memanfaatkan nikmat di jalan ketaatan sehingga nikmat tersebut bertambah serta merasakan kenikmatannya maka kita hendaknya mensyukuri semua nikmat Allah SWT. Dengan mensyukuri kemerdekaan negara dan bangsa, kita bisa lebih bertambah maju dan lebih baik, kita bisa melakukan apa pun untuk peningkatan kuantitas dan kualitas baik kesalehan sosial maupun kesalehan ritual. Dengan hakikat kemerdekaan juga, kita bisa menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan karakter bangsa yang punya budi pekerti. Itu baik untuk individu, dalam berkeluarga, bertetangga, bermasyarakat, berpolitik, berbangsa dan bernegara sehingga tercipta dan tercapainya cita-cita luhur dan tujuan negara berkeadilan, pendidikan bermutu, ekonomi yang merata, sejahtera, masyarakat saling menghormati dan menghargai dan perbedaan, saling mengisi, saling membantu dalam wadah NKRI yang negeri yang penuh kebaikan dan keberkahan dan ampunan Allah SWT.

Dengan mensyukuri dan memahami makna yang terkandung pada kemerdekaan maka yang pertama bahwa, tanggal 17 Agustus, merupakan hari yang sangat bersejarah bagi seluruh rakyat bangsa Indonesia di seluruh pelosok dan negeri ini. Pada hari tersebut segenap komponen bangsa merayakan kemenangan dan kemerdekaan setelah sekian ratus tahun lamanya hidup di bawah bayang-bayang intimidasi, penindasan dan kezaliman para penjajah. Maka sangat wajar, jika kemenangan ini disambut dengan luapan suka-cita dan kegembiraan serta gegap gempita berbagai acara dan kegiatan juga diisi dengan mengumandang kalmat tasbih, tahmid dan pekikan Allahu Akbar dengan mengagungkan Allah Yang Maha Agung.

Makna 17 Agustus yang kedua; artinya bahwa umat Muslim Indonesia telah harus mampu dan terbimbing serta terarah yang lebih baik dan mengikuti petunjuk dalam kehidupan secara istiqamah sehingga setiap individu Muslim akan mampu melahirkan dan menghimpun nilai-nilai rahmatan lil ‘aalamiin di permukaan bumi ini.

Dan makna 17 Agustus yang yang ketiga, adalah setiap Muslim harus mampu menjaga dirinya masing-masing dengan menjaga, memelihara dan mengamalkan dengan tulus-ikhlas penuh keyakinan, khusuk serta istiqamah melaksanakan ajaran agama yang sempurna terpenuhi syarat rukunnya. Dengan kewajiban shalat sehari semalam 17 rakaat, seorang Muslim akan memancarkan serta melahirkan dampak positif pada setiap dimensi ruang kehidupannya, mampu mencegah kemaksiatan, kemungkaran, kezaliman, kebohongan, kesombongan, keangkuhan, dan adu domba.

Jika nilai dan fungsi yang kita laksanakan dengan penuh harap serta istiqamah dapat diaplikasikan dalam setiap dimensi ruang kehidupan oleh setiap Muslim dan seluruh rakyat Indonesia, maka akan tumbuh kedisiplinan, kebahagiaan, kedamaian, keamanan, keberkahan dan keselamatan manusia baik dunia maupun akhirat kelak kelak.

Bagi umat Islam, anugerah kemerdekaan ini momentum dijadikan untuk muhasabah (introspeksi) diri di hadapan Allah SWT terlebih saat pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini khususnya dan dunia pada umumnya. Seluruh komponen di negeri ini bersatu padu membangun dan menghidupkan rasa syukur, menjaga iman dan istiqamah dalam ibadah, meningkatkan dan mengembangkan amal saleh dan ketakwaan semata karena Allah serta menggunakan nikmat ke arah tujuan penciptaan manusia dan sesuai dengan ridha dari-Nya sebagai Pemberi dan sumber segala rezeki.

Sungguh Islam lahir membawa misi kemerdekaan dan kebebasan serta ingin mengantarkan segenap manusia kembali kepada fitrah mereka yang suci. Misi kemerdekaan dan kebebasan yang diperjuangkan melalui ajaran Rasulullah SAW merupakan inti dari ideologi yang benar yaitu: sebagaimana "Membebaskan manusia dari penghambaan dan belenggu, dari ketergantungan kepada sesama manusia menuju penghambaan dan pengabdian yang totalitas kepada Allah Sang Pencipta makhluk sealam jagat raya." Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur tunduk patuh atas segala perintah dan titah-Nya, demikian juga Bangsa dan Negeri ini semoga ada dalam limpahan, rahmad-Nya. Dirgahayu Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke - 76 tahun 2021 semoga kita selalu dalam limpahan rahmad Allah Yang Maha Agung,..amin

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!