Beberapa Cara Menghindari Risiko Keracunan Makanan

Keracunan Makanan
Bimcmedia.com | Anak kuat dan sehat jika anak tidak keracunan makanan | Sumber Foto : Orami.id

Bimcmedia.com, KULINER | Keracunan makanan dapat terjadi ketika Anda makan makanan yang terkontaminasi. Risiko keracunan lebih tinggi ketika makanan tertentu dikonsumsi. Hal ini dapat terjadi jika makanan tidak dirawat dengan baik, disimpan atau disiapkan dengan benar.

Menurut salah satu tokoh, Better Health yaitu makanan yang mudah terkontaminasi dan beracun dapat menyebabkan keracunan tidak hanya pada ikan dan ayam, tetapi juga buah-buahan, sayuran, dan salad olahan.

Keracunan makanan terjadi ketika jenis bakteri tertentu hadir dalam makanan yang Anda makan. Bakteri ini disebut patogen.

Itulah mengapa penting bagi Anda untuk tidak mengotori makanan Anda dengan bakteri. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga makanan Anda tetap aman dan menghindari risiko keracunan makanan, sebagaimana penulis mengutip dari portal berita CNNIndonesia.com, Selasa, (22/03/2022) adalah sebagai berikut :

1. Hindari Kontaminasi Silang

Cairan dari makanan laut, daging atau unggas dapat menetes ke tempat lain atau ke dalam makanan dan meningkatkan risiko keracunan oleh bakteri seperti salmonella.

Laporan Kesehatan Harian Saat menyiapkan makanan, potong dulu produk atau gunakan talenan berbeda untuk daging mentah dan ikan. Setelah bekerja dengan daging mentah, unggas atau ikan, pastikan untuk mencuci tangan, talenan, meja dan peralatan Anda secara menyeluruh dengan sabun dan air hangat.

2. Cuci Tangan

Sangat penting untuk mencuci tangan dengan sabun dan air hangat sebelum dan selama memasak untuk mencegah keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri seperti Salmonella dan E. coli.

3. Cuci buah dan sayuran, jangan makan produk daging

Produk pencuci membantu menghilangkan bakteri berbahaya seperti E. coli dari permukaan buah dan sayuran. Untuk melakukannya dengan benar, pertama-tama singkirkan area yang memar atau rusak dan bilas dengan air mengalir. Jangan gunakan sabun, pemutih atau deterjen komersial lainnya.

Produk padat seperti melon atau mentimun dapat digosok dengan sikat produk yang bersih. Buah dan sayuran yang dicuci harus dikeringkan dengan handuk kertas atau kain bersih. Jangan mencuci daging, unggas atau telur karena dapat menyebarkan bakteri.

4. Bumbu yang Tajam

Penelitian telah menunjukkan bahwa menambahkan cuka atau jus lemon ke dalam bumbu dapat membuat daging lebih aman. Bumbu asam yang sehat memperlambat pertumbuhan bakteri dalam daging.

5. Mencairkan makanan beku dengan aman

Metode pembekuan seperti meletakkan daging atau ayam di atas meja atau menggunakan air panas sebenarnya berbahaya karena bakteri dapat mulai berkembang biak saat makanan ini memanas.

Lebih baik mencairkan daging atau unggas di lemari es selama 24 jam atau menggunakan air dingin, yang seharusnya memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Cara ini memerlukan penggantian setiap 30 menit agar air tetap dingin.

Anda juga bisa memasak tanpa pembekuan, meskipun daging segar atau yang dicairkan akan memakan waktu sekitar 50 persen lebih lama dari waktu memasak.

6. Periksa kemasannya

Makanan beku dengan kemasan yang rusak tidak boleh diambil, karena robekan dapat menyebabkan kontaminasi. Kemasan yang berisi es dan kristal es juga harus dihindari, karena hal ini dapat menunjukkan bahwa kemasan telah dicairkan dan dibekukan kembali atau terlalu tua. ***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!