Kesenian Didong Gayo Lues, Begini Keunikannya

Bimcmedia.com
Bimcmedia.com | Kesenian Didong Gayo Lues/Sumber foto : Khairul Adami

Bimcmedia.com, Gayo Lues; sudah menjadi hal yang lumrah ketika ada pesta di Gayo Lues baik itu pesta besar maupun pesta kecil seperti sunat rasul (khitan) maupun pesta pernikahan mengadakan didong Gayo atau didong sesuk (berdiri).

disisi menarik nya Kesenian ini sudah menjadi adat istiadat dan sudah menjadi adat turun temurun di Gayo Lues, Kesenian ini biasanya dimainkan oleh dua orang laki-laki dengan posisi berdiri Keduanya secara bergantian saling memberikan pertanyaan tentang hukum adat dan hukum agama dengan mengunakan Bahasa Gayo.

Bukan hanya itu saja kesenian ini Juga diiringi dengan pantun yang sudah di siapkan menjadi syair nyanyian lagu yang dapat menghibur (bereredeten) antara sesama kelompok.

Namun pertanyaan itu di tuturkan dengan melalui syair nan unik yang penuh penafsiran Penyair yang menuturkannya juga banyak mengunakan bahasa kias sehingga membuat pengunjung merasa terpukau.

Tak hanya itu, Kesenian ini juga melibatkan dua kelompok antara pemuda-pemudi (penyurak) mereka juga menyelingi Didong dengan berbalas pantun antara sesama (penyurak)

Selama ini tarian Didong Sesuk biasanya ditampilkan pada hari-hari besar dan pada acara tertentu, seperti pesta perkawinan dan acara kitanan (sunat), ada juga yang dipentaskan untuk menjaga kelestarian seni daerah Gayo Lues.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Bimcmedia.com, biasanya kesenian ini di mulai sekitar pukul, 21:00 WIB malam hingga pertengahan malam sekira pukul 03:00 WIB
para penonton dan para penggemar didong Gayo Lues ini sangat antusias untuk menunggu hingga dengan selesai acara tersebut , mereka sangat menikmati keunikan dan keseruan kesenian tersebut, menurut mereka kesenian sangat baik untuk kalangan masyarakat selain dapat berdampak positif untuk dapat menambahkan pengetahuan juga dapat melestarikan budaya adat gayo lues.

***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!