Ketua Koperasi PMJB: Program Replanting Kelapa Sawit Tidak Bermasalah

bimcmedia.com, Meulaboh : Sebagaimana tudingan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang dimuat pada salah satu media cetak terbitan Aceh  tanggal 29 Agustus 2020 bahwa program peremajaan sawit di gampong cemara kecamatan pante cereumen kabupaten Aceh Barat diduga sarat masalah, itu sungguh tudingan tak mendasar, kata ketua Koperasi Produsen Mandiri Jaya Beusare Drs. Zamzami kepada bimcmedia.com (selasa, 01/09/2020)

Keterangan : ketua Koperasi Produsen Mandiri Jaya Beusare Drs. Zamzami/Ist

Menurut Zamzami yang sudah bertahun mengelola Koperasi bahwa dugaan lahan fiktif atau bukan lahan lahan yang dilakukan peremajaan tetapi sebahagian dilakukan penerbangan hutan perlu diluruskan titik persoalannya

“Koperasi Produsen Mandiri Jaya Beusaree (KP.MJB)  mengatakan ini kita belum mempertangung jawabkan kegiatan, karena banyak program masih dalam proses pekerjaan.” Jelasnya

Terkait dugaan lahan bermasalah Koperasi sudah menghentikan sementara  pekerjaan di lapangan Karna kita menunggu keluarnya keputusan dari BPN, intinya pihak pertanahan telah menyatakan lahan petani tidak masuk area HGU, namun bila nanti memutuskan bahwa lahan petani masuk dalam HGU PT. Baitami maka koperasi menghentikan aktifitas dan seluruh dana akan di kembalikan. Maka mohon bersabar dulu. Harapnya

Pada dasarnya lahan Replanting atau PSR itu merupakan  permohonan Masyarakat dimana legalitasnya di tetapkan oleh pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan melalui SK/CL di nyatakan lolos verifikasi selanjutnya pihak dinas perkebunan di teruskan ke pihak koperasi untuk di ajukan ke BPDPKS. tambanya

“Pihak koperasi bertanggung jawab atas pekerjaan PSR apa bila kondisi kebun telah selesai 100% di kerjakan dan apa bila sudah selesai di ukur ulang volume pekerjaannya dan sudah di serah terima kepada petani sebagai menerima manfaat” Urainya

Ketua Koperasi produsen Mandiri Beusaree membantah dengan tegas apa yang di tunding oleh  lembaga Swadaya tersebut melalui media, menurutnya itu tidak benar mengandung  unsur fitnah atau hoaks,

Ketua koperasi menyarankan kepada pihak lembaga yang membuat berita sebelah pihak itu menurutnya kurang tepat , karena pihak lembaga tersebut tidak pernah mengkomfirmasi dengan pihak kita

” tentang bibit tertimbun dan ditelantarkan, sampai saat ini. Pihak koperasi masih dalam tahap proses pencairan bibit, bagaimana terlantar” ujarnya heran

Menurutnya, bibit aja belum ada kenapa harus  terlantar dan di timbun, Apa lagi dengan versi  cukup banyak. Sampai  ribuan batang. Yang paling mengkhawatirkan data kita dengan lembaga swadaya itu berbeda jauh dengan punya koperasi. Ungkapnya

Dengan keberadaan koperasi KP-MJB kita bisa menampung tenaga kerja ratusan orang, Maka kita berharap bila ada masalah dan berkeinginan memberi masukan datanglah pada Kami, jangan menyerang di belakang, kita hargai semua peran dan fungsi kontrol rekan-rekan, tutup zamzami


FL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: