Breaking News

LEMANG, Makanan Tradisional Aceh Ikut Menyambut Ramadhan 

LEMANG, Makanan Tradisional Aceh Ikut Menyambut Ramadhan 
Pedagang Lemang menjajakan kuliner di pasar bina usaha Meulaboh, foto diambil minggu (11/4/2021) /bimcmedia.com

bimcmedia.com, Meulaboh : Salah satu makanan tradisional yang hingga saat masih dipertahankan dan diminati Masyarakat Umumnya di wilayah Barat selatan Aceh yakni Lemang, itulah kue kuno warisan pendahulu kini dijual pedagang setiap hari meugang dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Selain lemang ada tape dan ketupat yang ikut dijual oleh pedagang musiman dalam pasar bina usaha Meulaboh, seperti biasa para penjual makanan tersebut memilih tempat dipinggir jalan dan jembatan sekedar bisa menyusun barang dagangannya, tidak tersedia tempat khusus namun kue tradisional itu diburu pembeli

Lemang, Tape, dan Kutupat Menyambut Ramadhan
Tape, dan Kutupat juga dijual di pasar untuk menyambut Ramadhan/bimcmedia.com

Nurmala sari, salah seorang pedagang lemang asal Kabupaten Nagan Raya saat dijumpai di tepi jembatan lueng nakye Meulaboh kepada bimcmedia.com Minggu (11/4/2021) menceritakan kisah penjualan lemang setiap hari meugang tiba.

Baca Juga :

Ibu setengah baya tersebut mengaku kalau dirinya sudah beberapa tahun menjual lemang setiap hari meugang tiba, karena makanan tersebut masih sangat diminati pembeli, kesempatan itu bisa dimanfaatkan karena setiap meugang pengunjung pasar jauh lebih ramai, katanya

Lemang yang dijual setiap meugang ada dua jenis yakni Lemang labu dan Lemang ketan, dengan harga antara Rp.15000-Rp.25000/Bambu dengan ukuran panjang 60cm dengan besaran sekitar 10 cm, jelasnya

" Alhamdulillah, setiap meugang puluhan batang makan tradisional yang dibawa kepasar habis terjual, mungkin peminat makanan tersebut masih tinggi di pantai barat Aceh" Ucapnya

Sementara pedagang lainnya Saniah menambahkan , proses pembuatan leumang memakan waktu panjang, itu salah satu kendala tidak mampu diproduksi lebih banyak untuk dibawa ke pasar setiap hari meugang

" Prosesnya yang lama di pembakaran, bisa menghabiskan waktu hingga delapan jam, itu untuk lemang labu, beda dengan lemang ketan hanya memerlukan waktu 3 hingga 4 jam" Jelas ibu asal suka Makmur Nagan Raya polos

Alasan mau membuat dan menjual Kue tradisional itu karena sudah menjadi warisan dari neneknya dimana setiap tahun selalu ada terutama untuk hari meugang, lemang dijajakan ke pasar karena ada sejumlah warga tak sanggup membuatnya maka dengan tersedia dari pedagang terbantu hendaknya, kata saniah sambil melayani pembeli

Kedua pedagang makanan kuno tersebut berharap kepada pemerintah setiap meugang disediakan sedikit lapak untuk para pedagang lemang, jangan seperti ini sambil menunjukkan dihadapannya ada tumpukan sampah atas jembatan kemudian kendaraan melintaspun membuat lokasi dagangan mereka terhimpit jika tak dijaga rawan tergilas makanan yang di Pajang

Pantauan bimcmedia.com di Aceh Barat setiap hari meugang Masyarakat aktif membuat kuliner tradisional yakni lemang, tape dan ketupat, umumnya itu dimasak menjelang hari meugang ketika hendak tiba bulan puasa juga menyambut hari raya idul fitri, makanan itu dibagi ke tetangga, namun ada sebagian Masyarakat yang memilih beli di pasar karena berbagai alasan, sampai sekarang makanan warisan endatu tersebut masih sangat diminati Masyarakat Aceh, umumnya di kawasan barat selatan Aceh, semoga tidak hilang selamanya.

---

[FL]

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!