Mahasiswa UTU yang Magang Mulai Diterjunkan Ke Lokasi

Laporan ,
Mahasiswa UTU yang Magang Mulai Diterjunkan Ke Lokasi
Mahasiswa UTU yang melaksanakan Magangg/bimcmedia.com/Foto : Fl

bimcmedia.com, Meulaboh : Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang berkenan mengambil mata kuliah magang mulai ‘diterjunkan’ ke lokasi. Pelepasannya dilakukan oleh Wakil Rektor I, Dr. Alfizar, DAA, Kamis, 25 Februari 2021.

Sebelum ‘diterjunkan’ ke lokasi, mahasiswa peserta magang diberi pembekalan selama dua hari, 24-25 Februari 2021, di Aula Utama Gedung Baru-UTU.

Ketua LPPM-PM UTU, Ir. H. Rusdi Faizin, M. Si kepada media antara lain menjelaskan, lokasi magang antara lain RRI Banda Aceh, LPP RRI Meulaboh, PT. Mifa Bersaudara Aceh Barat, PT. ASN Nagan Raya, Pemkab Aceh Barat, Pemkab Aceh Barat Daya, Kantor Camat Johan Pahlawan, Dinas Komunikasi dan Persandian Aceh Barat.

Mahasiswa sebagai peserta magang mencapai 123 orang dari semua fakultas dalam lingkup UTU. Sedangkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) magang sekitar 46 orang.katanya

Baca Juga :

Magang dibagi dua yaitu magang generalis yaitu magang yang dilaksanakan secara multidisiplin ilmu dengan mengimput data real time pada software yang disediakan pusat magang.utu.ac.id. Ruang lingkup magang generalis adalah pemecahan masalah yang ada di lingkup pemerintah kabupaten.jelasnya

Rusdi menambahkan, Magang profesi yaitu magang yang dilaksanakan oleh mahasiswa sesuai bidang ilmu/program studi. Lokasi magang profesi yang sudah memiliki kerjasama adalah PT. Agroe Sinergi Nusantara (ASN), PT. Wirataco, Usaha Neubok Dalam (UND), PT. Beurata Subur Persada, PT. Socfindo, dan PT. Fazar Baizuri dan Brother.

Sebagaimana yang pernah disampaikan sebelumnya, melalui program magang 1-2 semester akan memberikan pengalaman yang cukup bagi mahasiswa, karena magang itu adalah pembelajaran langsung di tempat kerja (experiential learning). Ungkapnya

“Selama magang mahasiswa akan mendapatkan hardskills (keterampilan complex problem solving, analytical skill, dan sebagainya), maupun softskills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama dan sebagainya)." terangnya

Hardskill tersebut antara lain merumuskan permasalahan (sesuai bidang ilmu) sebanyak 3 SKS. Menyelesaikan permasalahan (sesuai bidang ilmu) 3 SKS, dan penulisan karya ilmiah (sesuai bidang ilmu) 4 SKS. Sedangkan softskill mencakup antara lain kemampuan berkomunikasi 2 SKS, kemampuan bekerjasama 2 SKS, dan kerja keras 2 SKS. tutupnya, sebagaimana dikutip HUMAS UTU Aduwina pakeh diterima bimcmedia.com Sabtu (27/02/2021)

---

[Redaksi]

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!