Masyarakat Menolak Keras Pemain Luar untuk Seleksi Pra PORA Nagan

Laporan ,
Pra PORA Nagan
Petisi tanda tangan menolak pemain luar untuk ikut seleksi di Pra PORA Nagan Raya. Foto: T basri

Bimcmedia.com, Nagan Raya : Masyarakat beserta pecinta sepak bola di Nagan Raya, menolak keras terkait pemasukan pemain dari luar untuk ikut seleksi Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) di Nagan Raya , Jumat (22/10/2021)

Dalam hal ini Ketua panitia seleksi, Sofyanto yang juga berstatus Executive Consultant (Exco) di Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Nagan Raya. kepada bimcmedia.com melalui via telepon mengatakan, bahwa untuk seleksi ini di utamakan terlebih dahulu kepada pemain daerah.

Karena dalam ranah ini masing masing daerah juga akan di lakukan kegiatan seleksi Pra Pora ini. Jadi sebaiknya pemain yang berstatus di luar daerah baiknya mengikuti di tempat kabupaten masing masing ungkap Sofyan

Namun dengan akan di adakan Pra PORA di Nagan Raya ini, Masyarakat beserta para pecinta sepak bola menolak keras pemain luar yang ikut seleksi. Ketika kami menanyakan berapa jumlah yang menandatangani petisi itu Sofyan mengatakan dalam rangka 3 jam ratusan masyarakat sudah menandatangani petisi itu.

" Tidak terhitung, kalau kita hitung mungkin ratusan lebih yang sudah tanda tangan. Ada di kalangan Pecinta sepak bola, senior, ada juga dari kalangan masyarakat, seperti orang tua si pemain " ungkapnya

Sopiyanto mengaku kecewa, karena sekitar 14 pemain yang berasal luar daerah, bukan pemain lokal, tiba di lapangan tanpa sepengetahuan Exco.

" Kami sudah berkomitmen dengan Askab PSSI daerah yang bahwa dalam seleksi ini tidak bisa di ikuti pemain luar, bahkan kami sudah bicarakan dalam forum rapat, saat itu semua sudah sepakat, namun besok mereka berulah lagi " paparnya.

 Dengan itu, turunlah para orang tua dari pemain asal Nagan memanggil Sofyan dan juga pemain senior ke sebuah Warung Kopi untuk ambil satu kesepakatan yang bahwa menolak pemain luar daerah untuk ikut seleksi Pra-PORA ini.

" Sampai kami kesitu orang tua pemain yang ada di Nagan, mengungkapkan kepada saya. Ngapain juga anak anak kami di latih di Nagan, sedangkan di saat seleksi pemain luar yang di majukan. Saat itulah kejadian tanda tangan petisi di lakukan oleh masyarakat juga tokoh senior bola" imbuhnya

---

CW 03

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!