Melalui Ajaran Tasawuf & Kesufian, Kita Ukir Sejarah Kejayaan Aceh Dimasa Sulthan Iskandar

Tasawuf
Sambutan dan arahan pimpinan balai kota misbahul Munir pada maulid nabi besar Muhammad SAW Ist

Bimcmedia.com, Aceh Barat : Dalam rangka memperingati peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW dengan mengikuti ajaran tasawuf dan Kesufian. Acara tersebut yang berlangsung di Balai Kota Misbahul Munir desa depan Mesjid Agung desa Drien Rampak kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Selasa, (17/11/2022)

Ust. Syamsul Kamal (USK), selaku Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Pimpinan balai dalam sambutan dan arahannya mengatakan," Dengan pemahaman pengetahuan dasar ilmu Keagamaan, Hukum Syara', Syarat-rukun, Ilmu Ketauhidan, Pendidikan Akhlak dan Siroh Nabi serta sedikit kita sisipi ilmu bahasa arab dan bahasa inggris sekedar untuk seni saja, sementara focus utama kita pada karakter atau akhlakul karimah karena pada hakikatnya adab dan akhlak itu lebih tinggi daripada ilmu sebagaimana sering kita mendengar bahwa al adabu fauqal ilmi ( adap itu diatas ilmu) hal ini sangat sejalan dengan apa yang dijarkan baginda Rasulullah SAW, dan telah disabdakan dalam hadis yang diriwiyatkan abu huraira a’nhu qal; qala rasulullah SAW, Bismislahirrahmanirrahim: Innnama Bu’istu Lutammima Makarimal Akhlak ( Verly I Was send Down By Allah In this Earth To Change Of The Character Of Human Being) Sesungguhnya aku diturunkan kemuka bumi ini untuk memperbaiki akhlak manusia.

Sebagai landasan pedoman kehidupan yang diajarkan baginda Rasullullah SAW, yang dilanjutkan oleh para sahabatnya diteruskan oleh ulama metaqddimin dan mutaakhirin yang mu’tabar mereka itu sebagai waritsatul ambiya/ pewaris nabi. Ujar  USK.

Maka ajaran Hak dan murni sebagaimana ajaran Rasulullah SAW, Tambah Ust. Kamal, pada sejatinya ini lah yang dibawa dan diperjuangkan kembali oleh ulama shufi kharismatik Nusantara yang namanya termasyhur hingga penjuru dunia pada akhir abad ini.

Beliau adalah salah satu dari anak kandung abuya muda Waly Al-Khalidy yaitu ulama besar yang pada zamannya dijadikan rujukan ilmu keagamaan oleh ulama-ulama besar di nusantara dan pada akhir abad ini warisan tersebut diteruskan oleh mursyid kita bersama Abuya Syech.H.Amran Waly Al-Khalidy yang telah dinobatkan sebagai Ketua Tauhid Tasawuf Asia Tenggara oleh ulama-ulama shufi tingkat Asian. Kami juga mengutip pernyataan Syeckh Rohimuddin Nawawi Al Bantany menyampaikan pada cover kitab manazil as-sairin terjemahan abuya kita. Beliau menyampaikan bahwa abuya syech. H.Amran waly bukan lah hanya sebagai pengamat atau peneliti belaka, akan tetapi sebagai seorang pelaku, pengamal, bahkan penyelam hakikat melalui makam makam tersebut.

Maka oleh karena itu melalui kesempatan yang singkat tersebut USK menyampaikan kepada seluruh masyarakat Aceh agar jangan ragu mengikuti ajaran yang dibawa dan diajarkan Abuya Syech. H.Amran Waly Al-Khalidy yaitu Tauhid, Tasawuf dan Kesufian.

"Persoalan masih ada sebagian yang belum sepaham dan sejalan itu adalah menjadi sebagai bagian dalam perjuangan. dan perbedaan yang terjadi tidak usah diherankan karena hal tersebut lumrah saja sudah ada semenjak rasulullah, pada masa sahabat maupun ulama-ulama pada setiap zamannya".

" Justru ada perbedaan lah akan menjadi sebuah keseimbangan tumbuhnya semangat perjuangan dan lahir buah kemenangan, Nafsu Menjadi baik, berakhlakul karimah serta sempurna keimanan kita" ujarnya

Masih dengan USK membuka wawasan lebih luas lagi, belakangan ini kita telah jauh dari ajaran hak tanpa disadari kita telah berkiblat ke eropa atau dunia barat maka kehidupan kita, Negara menjadi kacau balau karena hampir semua lini konsep pendidikan dan pembangunan mengacu pada referensi barat.

"Padahal sejatinya eropa sendiri mempelajari dan mengimplemensikan konsep islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka Negara mereka menjadi berkembang dan maju pesat". Tambahnya

Maka kalau kita ingin maju dan berkembang, lanjut Ust. Kamal, dan supaya masyarakat hidup damai sejahtera dunia akhirat dan mengukir kembali sejarah kejayaan islam di Aceh pada masa sulthan Iskandar muda maka tidak ada jalan lain kecuali bersatu dengan Abuya syech H.Amran Waly Al-Khalidy bersama waly Allah ini mari kita kembali ke jalan yang benar.

Banyak Negara - Negara yang sedang berkembang di dunia internasional saat ini telah mulai melakukan revolusi konsep pendidikan untuk menuju Negara maju. Hal ini juga sejalan dengan hasil Riset Thomas J.Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap terhadap tingkat kesuksesan seseorang terhadap 733 milioner di amerika serikat.

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik yaitu NEM,IPK dan rangking hanyalah factor sukses urutan ke 30.Sementara factor IQ pada urutan 21 dan bersekolah diUniversitas favorite yang ternama seperti Oxford dan lain-lain menempatkan urutan ke 23. Menurut hasil riset tersebut 10 urutan tertinggi factor kesuksesan itu adalah:

1. Being Honest with all people ( Kejujuran )

2. Being well discipline

3. Getting along with people) baik bergaul dengan sesama.

Hasil penelitian juga sejalan dengan pernyataan bapak mentri Pendidikan Nadhim makarim yang dalam pengakuannya beliau mengarungi pendidikan selama 22 tahun kemudian mengajar selama 15 tahun di universitas 3 negara maju

1. Amerika serikat

2. Korea selatan

3. Australia dan juga sejumlah universitas di ditanah air.

Dan kesimpulan beliau sama yaitu mengejar kecerdasan akademik saja akan menjerumuskan diri tapi pembentukan karakter adalah hal yang paling utama dibutuhkan

Ust. Kamal juga membeberkan bahwa ianya dalam meningkat pengetahuan keagamaan sedikit banyak telah membaca kitab-kitab/ buku- buku berbagai karya para ilmuan ternama atau ulama-ulama termashur di dunia namun membaca dua (2)buku risalah isi tulisan abuya Syech H.Amran Wali Al-Khalidy telah meliputi ratusan ribu lembar pengetahuan yang telah saya baca sungguh jauh nilainya ibarat bumi dan langit.

Maka melalui mimbar ini dan kesempatan yang singkat ini Ust. Kamal mengatakan, ajaran kesufian yang diajarkan oleh abuya Syech H.Amran Waly Al- Khalidy adalah ajaran yang sesuai dengan ajaran baginda rasulullah SAW, yang insyaallah akan menjawab semua hal yang telah kami sampaikan tadi bahkan tantangan akhir zaman sekalipun

"Maka kami mengusulkan kapada pemerintah Aceh, perguruan tinggi, pesantren pesantren dan sekolah-sekolah agar memasukan konsep ajaran tasawuf dan kesufian ini menjadi sebuah kurikulum pengajaran dan sebagai rujukan referensi keilmuan. Dan kami juga sangat meyakini bahwa pada suatu saat nanti konsep abuya ini akan menjadi rujukan pendidikan dan pembangunan SDM di tingkat dunia internasional nantinya".

Pelaksanaan kegiatan malam ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, dengan Zikir Akbar sekalikus merajut tali silaturrahim sesama ukhuwah islamiah,pemerintah daerah, jama’ah,MPTT-I, Perempuan pecinta tauhid tasawuf (P2T), Guru-guru,orang tua santri dan anak yatim balai kota misbahul munir diiringi penampilan aneka ragam kemampuan kecakapan keagamaan melalui konsep kooperatif bukan kompepetitif anak- anak harus mempersiapkan dirinya yang terbaik atas potensi yang dimilikinya tetapi bukan merasa lebih baik daripada orang lain karena merasa lebih baik daripada orang lain adalah suatu hal yang negative dalam tumbuh kembang anak.

***

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!