Menggali Peran Bale Inong: Diskusi Antara Akademisi UTU dan Inisiator Prof. Kusmawati

Dr. Akmal Saputra, M.A; Sopar Sinambela, M.Si; dan Yeni Sri Lestari, M.Soc.Sc, para dosen Sosiologi dari FISIP Universitas Teuku Umar (UTU), bersama dua mahasiswanya, Nurilam Samosir dan Nur Ainun Nasution, mengadakan diskusi

Bimcmedia.com,Banda Aceh:  Di sebuah ruang seminar di Kampus Universitas Negeri Islam Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa, 2 Juli 2024, suasana terasa hangat dan penuh antusiasme. Dr. Akmal Saputra, M.A; Sopar Sinambela, M.Si; dan Yeni Sri Lestari, M.Soc.Sc, para dosen Sosiologi dari FISIP Universitas Teuku Umar (UTU), bersama dua mahasiswanya, Nurilam Samosir dan Nur Ainun Nasution, mengadakan diskusi dengan Prof. Dr. Kusmawati, M.Pd, inisiator Bale Inong Kota Banda Aceh.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Prof. Kusmawati membuka percakapan dengan menjelaskan visi dan misi Bale Inong. “Bale Inong adalah wadah di mana perempuan bisa bermusyawarah dan mengembangkan kapasitasnya,” ujar Prof. Kusmawati dengan semangat. “Kami mendiskusikan berbagai hal yang dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa. Sejak didirikan sepuluh tahun lalu, Bale Inong telah menjadi garda depan pemberdayaan keluarga dan pembangunan daerah di Kota Banda Aceh.”

Diskusi ini tidak hanya menjadi ajang tukar pikiran tetapi juga menjadi bagian dari program penelitian yang dipimpin oleh Dr. Akmal Saputra. “Kami mengusung topik Pembangunan Perdamaian; Penguatan Ekonomi dan Politik Berbasis Pada Institusi Lokal ‘Komunitas Bale Inong’ di Wilayah Pesisir Banda Aceh,” jelas Dr. Akmal.

Para peserta diskusi, termasuk mahasiswa sosiologi, tampak antusias mencatat setiap detail yang disampaikan. Mereka berharap dapat menggali lebih dalam tentang bagaimana Bale Inong bisa menjadi model bagi institusi lokal lainnya dalam memperkuat ekonomi dan politik di wilayah pesisir serta mendukung pembangunan perdamaian di Banda Aceh.

Yeni Sri Lestari, M.Soc.Sc, menambahkan, “Melalui penelitian ini, kami berharap dapat menyajikan data dan analisis yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan yang lebih inklusif dan memberdayakan perempuan.”

Diskusi ini memberikan banyak wawasan baru. Nurilam Samosir, salah satu mahasiswa, mengaku terinspirasi oleh semangat dan kontribusi Bale Inong. “Ini bukan hanya tentang penelitian, tapi juga bagaimana kita bisa belajar dari komunitas lokal untuk perubahan yang lebih besar,” ujarnya.

Dengan berakhirnya diskusi, para peserta merasa lebih termotivasi untuk melanjutkan penelitian mereka dan berkontribusi lebih banyak bagi masyarakat. Bale Inong, dengan segala kiprahnya, telah menjadi inspirasi bagi para akademisi dan mahasiswa dalam mengejar pembangunan yang inklusif dan damai di Banda Aceh.

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!