Menggali Potensi Perempuan dan Gampong: FGD Dosen Sosiologi UTU dan Komunitas Bale Inong

Dosen Sosiologi Lakukan FGD Dengan Komunitas Bale Inong Kota Banda Aceh

Bimcmedia.com, Banda Aceh: Pada Senin, 1 Juli 2024, sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang penuh inspirasi digelar di Kota Banda Aceh. Diskusi ini dihadiri oleh para akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU), yaitu Dr. Akmal Saputra, M.A, Sopar Sinambela, M.Si, dan Yeni Sri Lestari, M.Soc.Sc, serta dua mahasiswa sosiologi, Nurilam Samosir dan Nur Ainun Nasution. Mereka juga didampingi oleh Dr. Masrizal, M.A dari FISIP Sosiologi Universitas Syiah Kuala (USK).

Tema yang diangkat dalam FGD kali ini adalah tentang pengembangan potensi perempuan dan gampong melalui komunitas Bale Inong. Dr. Akmal Saputra, yang juga merupakan Ketua Program Studi Sosiologi FISIP UTU, menekankan pentingnya komunitas ini sebagai modal sosial. "Komunitas Bale Inong bisa menjadi wadah yang efektif untuk mengembangkan potensi perempuan dan gampong. Ini adalah salah satu upaya pemberdayaan dalam pembangunan yang bersinergi lintas peran," ujar Dr. Akmal dengan semangat.

Yeni Sri Lestari, Sekretaris Program Studi Sosiologi UTU, menambahkan bahwa Bale Inong seharusnya menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah. "Komunitas ini harus diperhatikan dan dilibatkan dalam setiap pengambilan kebijakan publik. Mereka bisa menjadi model bagi pemerintah kabupaten/kota lainnya di Aceh," jelas Yeni.

Sopar Sinambela, M.Si, memberikan pandangan tambahan tentang pentingnya kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan komunitas lokal. "Sinergi ini akan menciptakan solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi pemberdayaan masyarakat," katanya.

Tidak hanya diskusi formal, FGD ini juga diwarnai dengan berbagai aktivitas interaktif yang melibatkan peserta. Para anggota komunitas Bale Inong berbagi pengalaman dan aspirasi mereka, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Nurilam Samosir dan Nur Ainun Nasution, dua mahasiswa sosiologi UTU yang ikut serta, merasa mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan ini. "Kami belajar banyak tentang bagaimana teori sosiologi dapat diaplikasikan secara praktis di lapangan," kata Nurilam.

Dr. Masrizal dari USK juga mengapresiasi inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. "Ini adalah langkah positif untuk memperkuat peran komunitas dalam pembangunan daerah," ujarnya.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan akan muncul inisiatif-inisiatif baru yang mampu mendorong pemberdayaan perempuan dan pembangunan gampong di Aceh. Komunitas Bale Inong diharapkan dapat menjadi role model yang menginspirasi pemerintah daerah lainnya untuk lebih melibatkan komunitas dalam proses pembangunan.

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!