Mitigasi Bencana: BMKG Catat 83 Kejadian Gempa Bumi di Aceh pada Juni 2024

Selama bulan Juni 2024, 83 kejadian gempabumi telah terjadi di Aceh

Bimcmedia.com, Aceh Besar: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Aceh Besar melaporkan bahwa sepanjang bulan Juni 2024 telah terjadi 83 kejadian gempa bumi di wilayah Provinsi Aceh, dengan enam di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda, Herdiyanti Resty Anugrahningrum, memberikan rincian mengenai aktivitas seismik tersebut dan pentingnya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh gempa bumi.

"Dari total kejadian gempa bumi yang tercatat, sebagian besar merupakan gempa bumi dengan magnitudo kecil, di bawah 3. Tercatat ada 54 kejadian gempa bumi kecil," ujar Herdiyanti. Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi yang terjadi sebagian besar tergolong gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km, mencapai 69 kejadian.

Herdiyanti menjelaskan bahwa enam kejadian gempa bumi yang dirasakan diakibatkan oleh sumber-sumber gempa bumi aktif di wilayah Aceh, seperti Patahan Seulimeum, Patahan Aceh, Patahan aktif di Aceh Selatan, dan zona subduksi di pantai barat Aceh. "Gempa bumi ini terutama disebabkan oleh aktivitas patahan lokal di wilayah Aceh," tambahnya.

Sebaran kejadian gempa bumi selama bulan Juni 2024 menunjukkan dominasi aktivitas dari sumber-sumber gempa bumi di Provinsi Aceh, termasuk Patahan Aceh, Patahan Seulimeum, Patahan Aktif di wilayah Aceh Selatan, dan Zona Subduksi di Pantai Barat Aceh. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah yang rawan gempa bumi.

BMKG terus menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi," tegas Herdiyanti.

Dalam upaya mitigasi bencana, masyarakat diharapkan untuk selalu siap dan siaga menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi. Beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Menyusun rencana darurat keluarga: Mengetahui tempat aman di rumah dan di tempat umum, serta mempersiapkan perlengkapan darurat seperti air, makanan, dan obat-obatan.
  2. Mengenali tanda-tanda gempa bumi: Memahami perilaku gempa bumi dan melatih evakuasi mandiri.
  3. Memperkuat bangunan: Memastikan bahwa struktur bangunan tahan gempa, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah rawan gempa.
  4. Mengikuti perkembangan informasi: Selalu mengikuti informasi terkini dari BMKG mengenai aktivitas gempa bumi.

BMKG berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan informasi terkini terkait aktivitas seismik di wilayah Provinsi Aceh guna menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat.

4o

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!