MoU MPD Kota Subulussalam – Unaya, Seleksi Cama Di Subulussalam

Ketua Tim penguji Unaya Dr. Lensoni, M.Kes (kanan) memberi arahan saat akan digelar ujian tulis dan wawancara didampingi Ketua MPD, Khairul Boangmanalu.Ist

Bimcmedia.com,SUBULUSSALAM - Tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) 'Peningkatan Sumber Daya Manusia' antarMajelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam dengan Kampus Universitas Abulyatama (Unaya), Banda Aceh program KIP Kuliah sejak 2020 silam digelar ujian tulis dan wawancara di Gedung SMPN 1 Penanggalan, Kota Subulussalam, Kamis (04/07/2024).

Ketua Tim penguji Unaya Dr. Lensoni, M.Kes bersama Wildan Seni, M.Si, Putri Dink Meutia, M.Pd, Dr. Starfish Rahmiza Muzana, M.Pd dan Dr. Silvi Papa Widya Lubis, M.Pd hadir di sana melaksanakan test ujian tulis dan wawancara.

Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini Calon Mahasiswa (Cama) saat wawancara didampingi orang tua dan khusus test kesehatan dilakukan di Banda Aceh dalam waktu dekat, menunggu jadwal dari kampus.

Demikian Ketua MPD Subulussalam, Khairul Boangmanalu dikonfirmasi usai gelar test tulis dan wawancara 39 Cama Kota Subulussalam yang mendaftar masuk Unaya dimediasi MPD.

Diakui, kegiatan seperti ini dilakukan MPD sejak beberapa tahun lalu menyusul MoU antarMPD-Unaya, termasuk sejumlah Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (PTN/S) di Indonesia saat MPD diketuai Jaminuddin B, S.PdI, M.Si.

Menirukan pesan Soni, ketika sudah lulus KIP Kuliah, mahasiswa diminta tidak berhenti kuliah sebelum meraih gelar sarjana strata satu (S1).

Tujuan KIP Kuliah membantu warga kurang mampu. Empat tahun kuliah diyakini bisa meraih S1 dan momen ini harus efektif dimanfaatkan. Jika putus atau berhenti sebelum waktu, mahasiswa wajib mengembalikan uang yang diterima selama kuliah.

Soal wawancara yang didampingi orang tua, disebut upaya kolaborasi antarpihak, kepastian uang beasiswa (KIP) digunakan secara bijak, tidak kepentingan selain kuliah.

Dikatakan, sumber Beasiswa Unaya sebagian aspirasi dari anggota DPR Lampung, yakni anak Rusly Bintang. Pemanfaatannya harus maksimal untuk SDM generasi di Aceh.

Soal test kesehatan menjadi penting untuk kompeten kuliah dan dilakukan pemeriksaan di Banda Aceh. "Semua demi pembekalan masa depan mahasiswa secara positif dan MPD percaya Unaya komitmen untuk itu," tandas Khairul Boang.

Ditambahkan, usai acara di sana, Tim Kampus Unaya melanjukan kegiatan serupa di Kabupaten Aceh Singkil hari ini, Jumat (05/07/2024).

Menjawab BIMC gonjang ganjing dana beasiswa Pemko Subulussalam yang ditangani MPD dari janji semula akan dibayar tuntas akhir Desember 2023 lalu, namun faktanya hari ini tak terealisasi, ditegaskan terkait alasan Pemko defisit anggaran.

"Kita MPD juga menyesalkan belum direalisasikan, tapi MPD tak punya upaya lain kecuali mendesak segera dicairkan," pungkasnya.

Menurutnya, pentahapan, sosialisasi, seleksi berkas hingga proses penandatanganan berita acara serta simbolis penyaluran dilaksanakan langsung oleh wali kota, November 2023 adalah batas akhir kerja MPD. Soal anggaran, berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam.

Dikatakan, berita di sejumlah media jika Pj. Wali Kota Subulussalam pun berjanji akan lebih memprioritaskan pembayaran beasiswa. Bahkan karena sesuatu hal telah dilakukan Penyempurnaan Perwal No. 11 Tahun 2024 pada 11 Juni 2024 tentang Perubahan Kedua Penjabaran APBK Subulussalam 2024.

Diakui, dirinya dan pihak MPD nyaris selalu dikonfirmasi para penerima beasiswa, bahkan orang tua terkait. Kapan dan kapan realisasi pencairan beasiswa 2023.

"Kita menanti realisasi janji, semoga tidak sebatas life servis, beasiswa yang sedikit itu sangat diharapkan para penerima," tegas Khairul.

Komentar

Loading...
error: Content is protected !!